KABARKAN.ID I Gresik – Awal tahun menjadi momen yang tepat bagi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk lebih peduli terhadap kondisi tubuhnya.
Salah satu langkah sederhana namun penting adalah melakukan skrining riwayat kesehatan, upaya promotif untuk mendeteksi risiko berbagai penyakit serius sejak dini, seperti diabetes, hipertensi, stroke, penyakit jantung, kanker, hingga gangguan paru dan hepatitis. Skrining ini cukup dilakukan satu kali dalam setahun.
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menjelaskan bahwa skrining riwayat kesehatan berperan penting dalam menjaga kesinambungan layanan kesehatan, khususnya di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Tidak hanya peserta yang sedang sakit, justru peserta yang merasa sehat sangat dianjurkan melakukan skrining. Tujuannya agar potensi penyakit bisa terdeteksi lebih awal. Saat ini, peserta yang akan mengakses layanan di FKTP juga akan dilakukan pengecekan terhadap hasil skrining riwayat kesehatannya,” ujarnya, Sabtu(31/1/2026).
Janoe menambahkan, hasil skrining akan membantu FKTP seperti puskesmas, klinik, maupun dokter praktik perorangan dalam memetakan kondisi kesehatan peserta. Berdasarkan hasil skrining, peserta akan dikategorikan ke dalam risiko rendah, sedang, atau tinggi.
“Peserta dengan risiko rendah dan sedang disarankan tetap menjaga pola hidup sehat dan berkonsultasi dengan dokter. Sementara bagi peserta dengan risiko tinggi, akan dianjurkan menjalani pemeriksaan lanjutan agar pencegahan bisa dilakukan lebih optimal dan risiko komplikasi dapat ditekan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau peserta agar tidak menunggu sakit untuk melakukan skrining. Prosesnya dinilai mudah dan dapat dilakukan melalui berbagai kanal, mulai dari Aplikasi Mobile JKN, website resmi BPJS Kesehatan, layanan Pandawa melalui WhatsApp di nomor 08118165165, hingga langsung melalui petugas di FKTP tempat peserta terdaftar.
“Peserta cukup menjawab beberapa pertanyaan seputar riwayat penyakit, kondisi keluarga, dan gaya hidup. Dari situ akan terlihat tingkat risikonya,” jelas Janoe.
Manfaat skrining riwayat kesehatan ini dirasakan langsung oleh Mohammad Evan Jazuri (26), peserta JKN asal Kabupaten Gresik. Evan mengaku diminta melakukan skrining terlebih dahulu saat hendak mengakses layanan kesehatan di FKTP.
“Saya pilih yang paling praktis lewat Aplikasi Mobile JKN. Setelah selesai, hasilnya menunjukkan saya berisiko tinggi karena ada riwayat penyakit liver dan diabetes dari orang tua,” ungkap Evan.
Dari hasil tersebut, Evan mendapatkan edukasi langsung dari dokter mengenai risiko penyakit yang mungkin dihadapinya, termasuk diabetes yang dapat dipengaruhi faktor keturunan.
“Dokter menyarankan saya mengatur pola makan, mengurangi makanan dan minuman manis, tidak makan terlalu malam, serta rutin berolahraga. Dengan skrining ini saya jadi lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan. Saya juga akan mengajak keluarga dan kerabat untuk melakukan skrining sebelum sakit,” ungkapnya.*(Kum)













