KABARKAN.ID I Gresik – PT Petrokimia Gresik, anggota holding Pupuk Indonesia, memulai pembangunan fasilitas tangki asam sulfat guna memperkuat ketersediaan bahan baku pupuk majemuk NPK di dalam negeri. Proyek strategis ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama (ground breaking) yang dilakukan Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf bersama Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob.
Aminuddin Ma’ruf menyampaikan bahwa penguatan sektor pangan nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Menurutnya, upaya yang dilakukan Pupuk Indonesia Group, termasuk Petrokimia Gresik, berkontribusi signifikan dalam percepatan pencapaian swasembada pangan nasional yang ditargetkan terealisasi pada 2025.
Ia menegaskan, pembangunan tangki asam sulfat tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu. Kemandirian pasokan bahan baku pupuk dinilai krusial untuk menjamin keberlanjutan sektor pertanian nasional.
Sementara itu, Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob menjelaskan bahwa asam sulfat merupakan salah satu bahan baku utama dalam proses produksi pupuk NPK. Keberadaan tangki baru ini diharapkan mampu menjamin keberlangsungan dan stabilitas produksi pupuk majemuk ke depan.
“Pembangunan tangki asam sulfat ini akan memperkuat pasokan bahan baku pupuk NPK nasional. Dengan demikian, Petrokimia Gresik dapat meningkatkan kontribusi dalam mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan melalui penyediaan pupuk berkualitas,” ujar Daconi, Kamis(15/1/2026).
Sebagai pionir pupuk majemuk di Indonesia sejak 2000, Petrokimia Gresik saat ini memiliki kapasitas produksi NPK mencapai 2,7 juta ton per tahun, menjadikannya produsen pupuk majemuk terbesar di Tanah Air. Penambahan fasilitas penyimpanan ini diyakini dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi dan menjaga ketersediaan pupuk bagi petani.
Proyek pembangunan tangki asam sulfat berlokasi di kawasan industri Petrokimia Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tepatnya di area reklamasi tahap III seluas tiga hektare. Dua unit tangki akan dibangun dengan kapasitas masing-masing 20.000 ton. Dengan demikian, total kapasitas penyimpanan asam sulfat perusahaan akan meningkat menjadi 100.000 ton setelah proyek beroperasi.
Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan rampung dan mulai beroperasi pada Mei 2027 dengan waktu pengerjaan sekitar 18 bulan. Daconi menegaskan bahwa pelaksanaan proyek mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta perlindungan lingkungan.
“Seluruh proses pembangunan dilakukan dengan standar K3 yang ketat. Kami juga telah menyiapkan kerja sama penanganan kondisi darurat dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik serta memastikan proyek ini ramah lingkungan,” tutupnya.*(Kum)













