KABARKAN.ID I Tuban – Sebuah bengkel motor milik Joko Suwarno (42) di Desa Compreng, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban terbakar, Kamis (15/1/2026) malam. Suara retakan api dan kepulan asap hitam dalam sekejap melahap bangunan dua lantai yang menyimpan puluhan kendaraan itu berubah menjadi lautan kobaran api.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Namun kebakaran bengkel tersebut mengakibatkan pemiliknya mengalami kerugian sebesar Rp700 juta. Kasus kebakaran itu, kini telah diselidiki oleh pihak polisi.
Kapolsek Widang, AKP Narko, menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini. Dugaan api dari baterei impact yang tersimpat di dalam bengkel. Kerugian materiil diperkirakan ratusan juta.
“Pemilik dan karyawan sudah meninggalkan lokasi, sehingga mereka selamat. Tapi kerugian yang ditimbulkan cukup besar,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Sementara itu, Rois, salah satu karyawan, masih menggambarkan ketegangan saat kejadian. Menurutnya, beberapa saat setelah tutup, tiba-tiba terlihat percikan api dari ban di bagian atas dan dengan cepat membesar.
“Kami baru saja menutup bengkel. Tiba-tiba ada percikan dari rak ban atas, dan api langsung membesar. Saya sempat masuk untuk menyelamatkan beberapa motor, tapi api terlalu cepat,” katanya
Diduga api berasal dari baterai impact yang tersimpan di dalam bengkel, melahap segala yang ada di hadapannya. Tidak ada aliran listrik aktif, namun material mudah terbakar membuat kobaran menyebar seperti ganasnya gelombang.
Di luar, warga berkumpul, menyaksikan kepulan asap membumbung tinggi. Raut cemas dan takut tergambar di wajah mereka, sementara aroma hangus membakar udara sekitar. Dalam waktu kurang dari 15 menit, seluruh bengkel ludes, meninggalkan puing-puing dan kerugian materi sekitar Rp700 juta.
Bagi Joko, kebakaran ini bukan sekadar kehilangan bangunan. “Ini rumah kedua saya, usaha saya, hilang dalam sekejap. Tapi saya tidak akan menyerah,” katanya sambil menatap sisa puing-puing dengan mata penuh tekad.
Dalam diam sore itu, kobaran api yang memakan bengkel telah padam, namun jejaknya tetap meninggalkan peringatan akan risiko material mudah terbakar dan pentingnya keselamatan.*(Had)













