KABARKAN.ID I Lamongan – Persela Lamongan akan menghadapi ujian berat saat menjamu PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Championship 2025-2026 di Stadion Surajaya, Minggu (1/3/2026) pukul 20.30 WIB. Meski harus tampil tanpa dua pemain utama akibat kartu merah, Laskar Joko Tingkir tetap optimistis mampu meraih poin penuh di kandang sendiri.
Pelatih Persela, Bima Sakti, menyatakan timnya sudah menjalani official training dan seluruh pemain dalam kondisi siap bertanding. Namun, absennya John Mena dan Titan Agung memaksa perubahan strategi terutama di lini depan.
“Alhamdulillah, semua pemain siap, meskipun ada beberapa yang harus menepi,” ujar Bima, Sabtu (28/2/2026).
Kekalahan di laga sebelumnya menjadi evaluasi penting bagi Persela. Bima menegaskan, timnya bertekad bangkit dan kembali ke performa terbaik.
“Kami kecewa karena tidak bisa meraih poin. Tapi ini bagian dari proses. Kami ingin kembali ke performa terbaik,” tegasnya.
Menghadapi pemuncak klasemen, Bima mengakui kualitas PSS Sleman, terutama di sektor sayap yang dihuni pemain cepat dan berpengalaman. Meski begitu, ia menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar hitung-hitungan di atas kertas.
“Mereka tim bagus dengan materi pemain Liga 1. Tapi sepak bola bukan matematika. Siapa yang kerja keras dan berjuang, itu yang berpeluang menang,” kata Bima.
Eks pemain timnas ini juga meminta para pemain memanfaatkan status tuan rumah, tampil tanpa beban, tetapi tetap fokus meraih tiga poin.
“Setiap laga adalah final bagi kami. Kami fokus step by step. Soal hasil, kami serahkan kepada Tuhan. Yang penting pemain tampil maksimal,” jelas Bima.
Dari kubu pemain, Rafli Mahreza menegaskan kesiapan tim.
“Saya respect kepada PSS Sleman karena mereka tim bagus. Tapi Persela siap 100 persen untuk meraih tiga poin,” ujar Rafli.
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, menilai laga melawan Persela memiliki arti penting layaknya partai final, mengingat ketatnya persaingan di papan atas klasemen.
“Pertandingan besok malam adalah final bagi kami. Kalau tidak disiapkan dengan semangat juang dan fokus, tentu akan sulit,” tegas Ansyari.
Ansyari juga menyoroti faktor tuan rumah dan catatan pertemuan kedua tim yang masih berimbang, di mana PSS Sleman sekali kalah dan sekali imbang dalam dua laga terakhir.
“Ini jadi perhatian kami. Kami ingin memperbaiki catatan tersebut,” ujarnya.
Pertandingan diprediksi berlangsung ketat. Persela ingin bangkit setelah hasil kurang maksimal, sementara PSS Sleman berambisi mempertahankan posisi puncak klasemen. Dengan atmosfer Stadion Surajaya yang selalu mendukung tuan rumah, laga ini diprediksi bakal menjadi tontonan seru bagi penggemar sepak bola.*(Dan)













