KABARKAN.ID I Lamongan – Saat itu, kesedihan mendalam menyelimuti rumah duka di Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, Selasa (3/2/2026). Tangis keluarga pecah saat jenazah Praka Marinir Anumerta Dicky Yogha Priambada tiba di kampung halamannya, setelah gugur dalam musibah tanah longsor saat menjalankan tugas negara.
Praka Dicky merupakan salah satu prajurit TNI AL yang meninggal dunia dalam tragedi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026). Sebelum dipulangkan ke Lamongan, jenazah almarhum telah disalatkan di Jakarta.
Namun duka keluarga semakin terasa ketika mengingat sebuah firasat yang ditinggalkan almarhum beberapa hari sebelum kejadian. Kakak sepupu korban, Hadi Susanto, mengungkapkan bahwa Praka Dicky sempat mengirimkan paket berisi sebuah payung hitam dan dompet untuk sang ibu.
Bagi keluarga, benda sederhana itu kini memiliki makna yang dalam. Payung tersebut seolah menjadi simbol perpisahan terakhir dari sang prajurit kepada orang yang paling ia cintai.
“Sebelum kejadian, almarhum sempat mengirimkan paket payung dan dompet untuk ibu. Kami merasa itu seperti pertanda perpisahan,” ujar Hadi dengan suara lirih, Rabu(4/2/2026).
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah Praka Dicky diberangkatkan menuju Tempat Pemakaman Umum Dusun Sugio. Prosesi pemakaman dilakukan secara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Kepergian Praka Marinir Anumerta Dicky Yogha Priambada meninggalkan luka mendalam bagi keluarga. Namun pengabdiannya hingga akhir hayat juga menjadi sumber kebanggaan, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi warga Lamongan.*(Had)













