KABARKAN.ID I Kediri – Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, memulai proses pemulangan 17.300 santri putra dan putri secara bertahap mulai Kamis (29/1/2026) hingga Jumat (30/1/2026). Pengaturan ini dilakukan untuk memastikan libur panjang tahun 2026 berjalan lancar, aman, dan tertib.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, HM. Abdul Mu’id Shohib, menekankan bahwa pengelolaan kepulangan santri bukan sekadar soal transportasi, melainkan juga menjaga disiplin dan nama baik pesantren.
“Selama liburan, santri tetap diingatkan menjaga adab, akhlak, dan jati diri sebagai santri di lingkungan masing-masing,” ujarnya, Rabu (28/1/2026).
Untuk meminimalisir kerumunan, lanjut Gus Mu’id, pemulangan dilaksanakan dalam dua hari, Kamis hingga Jumat (29–30 Januari), dengan jadwal dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Mayoritas santri menggunakan bis, namun pihak pesantren juga menyiapkan pesawat, kapal, elf, dan mobil pribadi.
“Total armada yang dikerahkan mencapai 344 unit, menjadikan proses ini sebagai salah satu operasi logistik terbesar di lingkungan pesantren,” jelasnya.
Gus Mu’id menegaskan bahwa koordinasi lintas wilayah pun dilakukan. Dengan 70 titik penurunan santri di seluruh Indonesia, tim khusus pesantren bekerja sama dengan alumni di berbagai daerah untuk memastikan santri tiba dengan aman dan tepat waktu.
Pihak pesantren mengimbau wali santri menjemput putra-putrinya sesuai jadwal agar stabilitas keamanan dan kenyamanan tetap terjaga di pesantren maupun di lokasi penjemputan.
“Kami ingin memastikan libur panjang ini berjalan lancar tanpa kendala berarti bagi santri maupun masyarakat,” katanya.*(Had)













