KABARKAN.ID I Gresik – Perjalanan pencarian spiritual membawa Wen Chao, seorang pekerja asal Tiongkok, pada keputusan besar dalam hidupnya. Setelah melalui proses pembelajaran dan perenungan selama beberapa bulan.
Pria berusia 33 tahun tersebut akhirnya memutuskan untuk memeluk agama Islam. Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Kantor MUI Kabupaten Gresik.
Wen Chao diketahui bekerja di PT Xinyi Glass Factory yang berada di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Gresik. Prosesi pengucapan ikrar mualaf dipimpin langsung oleh Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib.
Wen Chao melalui temannya yang bertindak sebagai penerjemah menceritakan awal mula ketertarikannya terhadap Islam. Ia mengaku bahwa sebelum datang ke Indonesia, dirinya sama sekali tidak pernah terpikir untuk memeluk agama Islam.
“Sebelum datang ke Indonesia, saya tidak pernah memiliki pikiran untuk memeluk Islam,” ungkapnya, Kamis, (12/32026).
Ketertarikan tersebut mulai muncul ketika ia melihat rekan-rekan kerjanya yang beragama Islam menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kisah ini bermula pada akhir tahun 2025, ketika saya melihat banyak teman muslim menjalankan keyakinannya dengan baik. Dari situ saya mulai tertarik untuk mempelajari Islam,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa proses tersebut berlangsung secara bertahap. Pertama mempelajari Islam melalui lingkungan sekitar serta interaksi dengan teman-teman muslim. Setelah menjalani proses tersebut selama beberapa bulan, akhirnya mantap untuk memeluk agama Islam.
“Saya mempelajari secara bertahap, akhirnya mantab masuk Islam. Dan bersyahadat di Kantor MUI Gresik,” terang Wen Chao.
Terpisah, Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, KH Ainur Rofiq Thoyyib menjelaskan, pada Rabu, 11 Maret 2026 kemarin, yang bertepatan dengan 21 Ramadhan 1447 H. Wen Chao mengucapkan dua kalimat syahadat.
Kemudian memberikan sejumlah nasihat kepada Wen Chao agar mulai mempelajari dan mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Menekankan pentingnya memahami rukun Islam sebagai dasar utama dalam menjalani kehidupan sebagai seorang muslim.
“Setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada Rabu kemarin, hendaknya mulai belajar dan mempraktikkan ajaran Islam, terutama rukun Islam seperti sholat lima waktu, puasa, zakat, dan haji bagi yang mampu,” ujarnya.
Kiai Rofiq juga menegaskan bahwa memeluk Islam bukan sekadar pengakuan secara lahiriah, tetapi harus diiringi keyakinan yang kuat dalam hati.
“Islam bukan hanya diyakini secara lahir atau dhohir, tetapi juga secara batin. Seorang muslim harus meyakini dalam hatinya bahwa Islam adalah agama yang benar bagi dirinya,” tambahnya.
Selain itu, Kiai Rofiq mengingatkan bahwa seorang mualaf mungkin akan menghadapi perbedaan keyakinan dengan keluarga. Namun, menurutnya hal tersebut merupakan hak pribadi setiap individu dalam menentukan keyakinannya.
“Berpesan agar hubungan baik dengan keluarga tetap dijaga meskipun terdapat perbedaan agama,” ungkapnya.













