KABARKAN.ID I Jember – PT Petrokimia Gresik terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian, khususnya budidaya semangka di wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur. Melalui lomba bertajuk “Pestani Semangka Tapal Kuda”, perusahaan mendorong petani tetap produktif meski di tengah tantangan cuaca ekstrem dan musim hujan.
Dalam acara Panen Raya dan Apresiasi Juara Lomba Pestani Tapal Kuda di Jember, Jawa Timur, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowoe, mengungkapkan bahwa permintaan semangka selalu melonjak selama Ramadan. Namun ironisnya, momen tersebut kerap bertepatan dengan musim hujan yang berisiko memicu gagal panen.
“Karena itu, lomba ini menjadi bentuk dorongan dan motivasi agar petani tetap optimistis berbudidaya di tengah tantangan musim hujan,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Tak sekadar kompetisi, lomba ini juga disertai pendampingan intensif sejak tahap tanam, perawatan, hingga panen. Petani dari Jember, Lumajang, dan Banyuwangi terlibat aktif, dengan penilaian berdasarkan tiga aspek utama: berat buah, tingkat kemanisan (Brix), dan dokumentasi proses budidaya.
Seluruh peserta mendapat paket tanam dari Petrokimia Gresik sebagai bentuk dukungan konkret perusahaan. Selain itu, digelar pula demonstration plot (demplot) sebagai lahan percontohan budidaya dengan teknologi dan pemupukan yang telah teruji meningkatkan hasil panen.
Hasilnya pun signifikan. Pada demplot di Banyuwangi, tingkat kemanisan semangka mencapai 12 Brix—melampaui standar umum 10 Brix. Masa polinasi juga 2–5 hari lebih cepat dari biasanya, menghasilkan buah yang lebih padat dan tidak kopong.
Dari sisi produktivitas, peningkatan mencapai 34 persen. Uji demplot di wilayah Tapal Kuda menunjukkan hasil panen hingga 63 ton per hektare, naik tajam dibanding sebelumnya yang hanya 47 ton per hektare, meski di tengah curah hujan tinggi.
Adityo menambahkan, semangka hasil panen petani Tapal Kuda dipasarkan ke berbagai daerah seperti Surabaya, Semarang, Jakarta, hingga Lampung. Sementara ukuran kecil berbobot 2–3 kilogram banyak dikirim ke Bali. Dengan hasil maksimal di momen Ramadan, pendapatan petani pun meningkat signifikan.
Keberhasilan demplot ini didukung penggunaan sejumlah produk unggulan seperti Phonska Lite, K-Plus, ZA Plus, Petro Biofertil, dan Phonska Cair. Metode ini dinilai dapat direplikasi oleh petani lain di wilayah Tapal Kuda guna mendukung swasembada pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Salah satu peserta lomba asal Jember, Egal, mengaku kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi. “Ini pendampingan komprehensif yang sangat membantu kami menghadapi tantangan musim hujan. Produktivitas meningkat, pendapatan pun bertambah,” ujarnya.*(Kum)













