Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    KABAR TERKINI
    • Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29 Persen, Khofifah: Capaian Tertinggi dalam Lima Tahun
    • Muskab PBVSI Gresik 2026, Kapolres: Voli Gresik Tembus Level Nasional
    • Kapolres Gresik Gandeng Formagam Perkuat Toleransi dan Kondusivitas Wilayah
    • Dirawat Seperti Anak Sendiri, Sapi 1 Ton Asal Sidoarjo Jadi Kurban Presiden Prabowo
    • Dindik Jatim Benahi Pendidikan Vokasi, UPT PTKK Fokus Penguatan Praktik Industri
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    25 Mei 2026 21:35
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Kemiskinan Ekstrem Jatim Tersisa 0,29 Persen, Khofifah: Capaian Tertinggi dalam Lima Tahun

    RedaksiRedaksi25/05/2026 Headline
    Facebook Twitter WhatsApp
    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. (Dok Pemprov Jatim)
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Surabaya – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mencatat penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem hingga hanya tersisa 0,29 persen pada 2025. Data terbaru dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan Badan Pusat Statistik (BPS) per 28 April 2026 menunjukkan capaian tersebut jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 0,85 persen.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyebut capaian ini sebagai hasil nyata dari intervensi kebijakan yang tepat sasaran serta kolaborasi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerah.

    “Alhamdulillah, penurunan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur saat ini berada di 0,29 persen atau jauh di bawah nasional sebesar 0,85 persen. Ini bukti intervensi yang tepat sasaran serta sinergi seluruh pihak berjalan efektif,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

    Tren Penurunan Konsisten Sejak 2020

    Dalam lima tahun terakhir, angka kemiskinan ekstrem di Jawa Timur menunjukkan tren penurunan yang konsisten dan tajam. Pada 2020, angka kemiskinan ekstrem tercatat sebesar 4,55 persen, lalu turun menjadi:

    2,23 persen (2021)
    1,80 persen (2022)
    0,82 persen (2023)
    0,59 persen (2024)
    0,29 persen (2025)

    Secara keseluruhan, penurunan tersebut mencapai 4,26 persen poin, lebih signifikan dibanding penurunan nasional sebesar 3,05 persen pada periode yang sama.

    Baca Juga:  Bupati Gresik Lantik 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional

    Perubahan Standar Global Tak Pengaruhi Tren Penurunan

    Gubernur Khofifah juga menyoroti capaian tersebut yang tetap konsisten meski terjadi penyesuaian standar garis kemiskinan ekstrem global, dari sebelumnya US$1,99 Purchasing Power Parity (PPP) menjadi US$2,15 PPP pada 2024–2025.

    “Meski standar pengukuran mengalami penyesuaian, Jawa Timur tetap mampu menurunkan angka kemiskinan ekstrem secara konsisten,” tegasnya.

    Kemiskinan dan Pengangguran Juga Menurun

    Selain kemiskinan ekstrem, indikator makro ekonomi Jawa Timur juga menunjukkan perbaikan. Berdasarkan data BPS:

    Tingkat kemiskinan turun menjadi 9,30 persen (September 2025), dari 9,50 persen (Maret 2025)
    Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 3,55 persen (Februari 2026), dari 3,61 persen tahun sebelumnya
    TPT Jawa Timur juga lebih rendah dibanding nasional yang berada di angka 4,68 persen

    Di sektor pendidikan vokasi, lulusan SMK turut mencatat perbaikan. Tingkat pengangguran lulusan SMK turun menjadi 5,73 persen dari sebelumnya 5,87 persen. Bahkan, lulusan SMK kini tidak lagi menjadi penyumbang tertinggi angka pengangguran di Jawa Timur.

    “Ini menunjukkan link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri berjalan semakin baik,” ujar Khofifah.

    Ekonomi Jatim Tumbuh Tertinggi di Pulau Jawa

    Di tengah ketidakpastian global, ekonomi Jawa Timur tetap tumbuh kuat. BPS mencatat ekonomi Jatim pada Triwulan I-2026 tumbuh 5,96 persen (year-on-year), tertinggi di Pulau Jawa dan melampaui rata-rata nasional.

    Baca Juga:  Muswil IDI Jatim Berlangsung Kondusif, dr. Budi Himawan Terpilih Aklamasi

    Struktur ekonomi Jawa Timur ditopang oleh:

    Industri pengolahan: 31,45 persen
    Perdagangan: 18,77 persen
    Pertanian: 10,51 persen

    Jawa Timur juga menjadi penyumbang terbesar kedua terhadap perekonomian nasional dengan kontribusi 14,40 persen.

    Kolaborasi Jadi Kunci Penurunan Kemiskinan

    Khofifah menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan kemiskinan ekstrem tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga komunitas masyarakat.

    Sejumlah program strategis Pemprov Jatim juga disebut berperan penting, seperti PKH Plus, Desa Berdaya, perlindungan pekerja rentan, hingga intervensi berbasis data P3KE.

    “Pengentasan kemiskinan ekstrem tidak cukup hanya bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan agar masyarakat memiliki daya tahan ekonomi,” katanya.

    Fokus Pembangunan Inklusif

    Menurut Khofifah, pembangunan di Jawa Timur tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

    “Yang terpenting bukan hanya angka turun, tetapi bagaimana masyarakat memiliki kehidupan yang lebih layak, akses pendidikan dan kesehatan yang lebih baik,” ujarnya.

    Ia menutup dengan menegaskan prinsip “No One Left Behind” dalam pembangunan Jawa Timur.

    “Tidak boleh ada masyarakat yang tertinggal dari arus pembangunan,” terangnya. (Ayu)

    angka kemiskinan ekstrem BPS Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Pemprov Jawa Timur penurunan signifikan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp
    Previous ArticleMuskab PBVSI Gresik 2026, Kapolres: Voli Gresik Tembus Level Nasional

    Related Posts

    Dirawat Seperti Anak Sendiri, Sapi 1 Ton Asal Sidoarjo Jadi Kurban Presiden Prabowo

    25/05/2026

    Curanmor di Karang Turi Gresik Digagalkan, Pelaku Dibekuk Saat Kabur ke Surabaya

    25/05/2026

    Jelang Iduladha 2026, Khofifah Sebut Stok Sapi Kurban di Jatim Aman dan Sehat

    24/05/2026
    TERPOPULER
    1
    Investasi dan Industri Melesat di Gresik Utara, Masyarakat Diminta Lebih Siap
    2
    BPOM Temukan Kerupuk Berwarna Merah Muda yang Bisa Picu Kanker di Trenggalek
    3
    Persebaya Bungkam Persik 5-0, Amankan Posisi 4 Besar Klasemen Akhir
    4
    PDIP Gresik Panaskan Mesin 2029, Libatkan Gen Z dan Milenial di Struktur Partai
    5
    Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Rumah di Manyar Gresik
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.