KABARKAN.ID I Lamongan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa memastikan stok hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan sehat menjelang Hari Raya Iduladha 2026. Kepastian itu disampaikan saat meninjau peternakan sapi di Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Minggu (24/5/2026).
Dalam kunjungannya, Khofifah menegaskan bahwa ketersediaan sapi kurban di Jawa Timur masih mencukupi dan seluruh hewan yang disiapkan dipastikan terbebas dari penyakit. Menurutnya, kondisi tersebut penting untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang akan berkurban.
“Stok hewan kurban di Jawa Timur aman dan sehat. Masyarakat tidak perlu khawatir karena pengawasan kesehatan hewan terus dilakukan,” ujar Khofifah.
Pada kesempatan itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga membeli delapan ekor sapi kurban yang nantinya akan disalurkan ke sejumlah masjid agung di berbagai daerah di Jawa Timur.
Khofifah menjelaskan, program penyaluran hewan kurban tersebut rutin dilakukan setiap tahun melalui Dewan Masjid. Selain itu, terdapat pula bantuan hewan kurban dari berbagai elemen masyarakat di luar program pemerintah provinsi.
Ia juga mengapresiasi para peternak yang tetap optimistis di tengah kondisi ekonomi yang dinamis. Menurutnya, sektor peternakan sapi kurban di Jawa Timur menunjukkan tren positif karena penjualan tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
“Semangat masyarakat untuk berkurban tahun ini sangat tinggi. Bahkan penjualan sapi kurban meningkat dibandingkan tahun lalu,” katanya.
Khofifah menambahkan, peluang peningkatan penjualan masih terbuka hingga Hari Tasyrik karena saat ini masih memasuki 7 Dzulhijjah.
“Masih ada potensi peningkatan penjualan dalam beberapa hari ke depan sampai Hari Tasyrik,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, mengatakan antusiasme masyarakat membeli hewan kurban tetap tinggi meski harga sapi mengalami kenaikan.
Menurutnya, harga sapi kurban tahun ini naik dari sekitar Rp58 ribu per kilogram menjadi Rp62 ribu per kilogram. Namun kenaikan harga tersebut tidak memengaruhi minat masyarakat untuk berkurban.
“Kami menyiapkan sekitar 320 ekor sapi kurban. Saat ini sekitar 80 persen atau sebanyak 268 ekor sudah terjual ke sejumlah daerah,” kata Suparto.(Had)


