KABARKAN.ID I Trenggalek – Menjelang Ramadan, masyarakat Trenggalek ramai berburu takjil untuk berbuka puasa. Namun, di balik warna-warni kerupuk yang menggoda, petugas gabungan menemukan fakta mengkhawatirkan, ada kerupuk yang dijual mengandung pewarna tekstil berbahaya.
Pengawasan dilakukan oleh BPOM Kediri bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Trenggalek. Mereka mengambil 20 sampel kerupuk dari tiga lokasi utama bazar takjil, yaitu Pelataran Pasar Pon, Alun-Alun, dan Stadion Menaksopal.
Shirodin Latif dari BPOM Kediri menjelaskan, hasilnya, satu sampel kerupuk ditemukan mengandung Rhodamin B, pewarna tekstil yang tidak diperbolehkan untuk makanan. Jika dikonsumsi terus-menerus, Rhodamin B bisa memicu kanker karena bukan untuk makanan.
“Selain Rhodamin B, sampel diuji terhadap Metanil Yellow, Formalin, dan Borax, namun semua hasilnya aman. Petugas segera memberikan edukasi kepada pedagang agar menghentikan penjualan kerupuk berwarna merah muda yang berisiko ini,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).
Kabid P2P dan PL Dinkes PPKB Trenggalek, Yajid Menan, menekankan pentingnya pengawasan pangan selama Ramadan.
Yajid menambahkan, ada enam tips bagi pedagang agar takjil yang dijual aman: mulai dari kebersihan bahan, alat masak, dapur, hingga perilaku pengolah, termasuk cuci tangan dan menjaga kondisi tubuh tetap bersih.
“Selain memeriksa keamanan produk secara fisik, kimia, dan mikrobiologi, kami juga memberikan edukasi kepada pedagang dan konsumen agar bisa memilih produk aman,” jelasnya.
Masyarakat dihimbau untuk lebih waspada. Kerupuk putih polos jauh lebih aman dibandingkan kerupuk dengan pinggiran merah muda mencolok. Pengawasan ini diharapkan bisa melindungi konsumen dari risiko kesehatan yang serius, terutama selama bulan Ramadan.*(Had)













