KABARKAN.ID I Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dibuat takjub saat menyaksikan praktik kerja murid-muris SMKN 1 Buduran. Para siswa bukan sekedar belajar, melainkan sudaj bekerja layaknya profesional di dunia induatri.
Gubernur Khofifah meninjau berbagai unit teaching factory, mulai dari Galeri Ageman (tata busana), dapur produksi dan tata boga, Resto Pawon Satu, Tefa Cafe, Edotel, hingga Edo Salon.
Semua unit dinilai berjalan dengan disiplin tinggi, terstruktur, dan berfokus pada kualitas layanan publik. Ia terkesan saat mengetahui karya busana murid SMKN 1 Buduran pernah tampil di panggung fashion internasional di Hongkong.
“Anak-anak ini bukan sekadar belajar, tapi sudah bekerja seperti di industri yang sesungguhnya,” ujarnya, Rabu,(11/2/ 2026).
Di unit tata boga, murid-murid telah memasarkan produk secara digital, menerima pesanan massal, bahkan masuk e-katalog. Sementara Tefa Cafe dan restoran sekolah ramai dikunjungi masyarakat karena menu yang disiapkan langsung oleh para siswa.
“Edotel, hotel praktik sekolah, pun dinilai berstandar mendekati hotel berbintang, memberi pengalaman kerja nyata bagi murid,” terangnya.
Khofifah juga menekankan, pola pembelajaran di SMKN 1 Buduran – satu minggu teori dan dua minggu praktik – membuat lulusan semakin siap kerja, bahkan sebagian sudah “dipesan” industri sejak kelas XI.
Sekolah juga mendorong murid berwirausaha lewat pemasaran digital dan aplikasi inovatif, Hollyday, serta menerapkan prinsip zero waste dalam pengelolaan lingkungan.
“Kami berharap SMKN 1 Buduran menjadi rujukan nasional dalam pengembangan SMK berbasis kesiapan kerja, kewirausahaan, dan inovasi, sekaligus menunjukkan daya saing pendidikan vokasi di Jawa Timur,” tegas Khofifah.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan produk murid sudah tampil di ajang internasional, masuk pasar digital, hingga mengelola hotel dan kafe secara profesional.
“Ini menjadi bukti bahwa SMK kita benar-benar menyiapkan generasi siap kerja,” terangnya.*(Had)













