Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    KABAR TERKINI
    • Dirawat Seperti Anak Sendiri, Sapi 1 Ton Asal Sidoarjo Jadi Kurban Presiden Prabowo
    • Dindik Jatim Benahi Pendidikan Vokasi, UPT PTKK Fokus Penguatan Praktik Industri
    • Gressmall Hadirkan Event Kreatif dan Gebyar UMKM, Warga Gresik Antusias
    • Curanmor di Karang Turi Gresik Digagalkan, Pelaku Dibekuk Saat Kabur ke Surabaya
    • Truk Oleng di Balongbendo Sidoarjo, Dua Rumah dan Warung Kopi Porak-Poranda
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    25 Mei 2026 20:45
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Dindik Jatim Benahi Pendidikan Vokasi, UPT PTKK Fokus Penguatan Praktik Industri

    RedaksiRedaksi25/05/2026 Pendidikan
    Facebook Twitter WhatsApp
    Dinas Pendidikan Jawa Timur mendorong UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (PTKK) . (Ist)
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Surabaya – Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mendorong Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kerja (UPT PTKK) menjadi pusat pelatihan vokasi berbasis industri modern guna memperkuat kompetensi siswa SMK menghadapi kebutuhan dunia kerja.

    Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai menegaskan pelatihan di UPT PTKK tidak boleh sekadar mengulang materi pembelajaran di sekolah, melainkan harus memberikan pengalaman praktik industri dengan teknologi dan pendekatan yang lebih maju.

    Hal itu disampaikan Aries saat meninjau pelatihan teknik bagi siswa SMK se-Jawa Timur di UPT PTKK pada 18–23 Mei 2026. Sebanyak 60 siswa mengikuti pelatihan kompetensi Teknik CNC Milling, CNC Bubut, Teknik Pengelasan, hingga Teknik Sepeda Motor (TSM).

    “Yang didapatkan di sekolah bisa dipadukan di tempat PTKK ini. Di sini adalah penguatan praktik secara langsung dengan alat yang mungkin berbeda dengan yang ada di sekolah mereka,” katanya, Senin (25/5/2026).

    Baca Juga:  Guru Fokus Mengajar, Dindik Jatim Digitalisasi Administrasi Lewat IMAS

    Menurutnya, masih banyak SMK yang memiliki keterbatasan alat praktik, bahkan sebagian mesin mengalami kerusakan sehingga pembelajaran belum optimal. Karena itu, UPT PTKK diharapkan menjadi ruang pembelajaran yang mampu menghadirkan pengalaman industri nyata bagi siswa.

    “Jangan sampai tempat ini tidak ada bedanya dengan lingkungan sekolah. Harus ada kelebihan dari proses yang mereka alami di UPT PTKK ini,” tegasnya.

    Selain fasilitas modern, Aries juga menyoroti pentingnya keterlibatan instruktur industri dalam membentuk kompetensi siswa SMK. Ia menilai metode pengajaran instruktur industri memiliki pendekatan berbeda dibanding pembelajaran di sekolah.

    “Cara mengajar dan cara menyampaikan pasti berbeda. Itu juga bisa menjadi evaluasi bagi kita,” ujarnya.

    Sementara itu, instruktur Teknik Mesin Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember sekaligus instruktur pelatihan CNC UPT PTKK, Sajidin menjelaskan pelatihan CNC berlangsung selama enam hari dengan materi mulai desain software, simulasi perautan, pengaturan mesin, hingga praktik langsung menggunakan mesin milling dan bubut.

    Baca Juga:  Diaspora Gresik Nyawiji di Jakarta, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi Gresik Emas

    “Materi ini untuk pemahaman dasar. Kalau kebutuhan industri, keilmuan ini akan terus berkembang dan butuh waktu cukup panjang,” jelasnya.

    Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diminta menyelesaikan studi kasus dan proyek mandiri sebagai simulasi dunia kerja industri.

    Salah satu peserta pelatihan, Rendy Septia Ramadhani mengaku mendapatkan pengalaman praktik yang lebih mendalam dibandingkan pembelajaran di sekolah.

    “Kalau di sekolah diajarkan dasar-dasarnya. Di sini dijelaskan lebih rinci, fungsi-fungsinya, sampai eksekusinya,” katanya.

    Siswa kelas XI Teknik Pemesinan SMKN 1 Kota Madiun itu mengungkapkan keterbatasan mesin praktik di sekolah membuat kesempatan belajar langsung masih minim. Karena itu, pelatihan di UPT PTKK menjadi bekal penting sebelum menjalani magang enam bulan di PT INKA pada bidang quality control.

    Rendy menjadi satu dari tiga siswa yang mewakili sekolahnya mengikuti pelatihan CNC melalui klub CNC sekolah.(Had)

    Dindik Jatim industri modern kompetensi siswa SMK pusat pelatihan vokasi UPT PTKK
    Share. Facebook Twitter WhatsApp
    Previous ArticleGressmall Hadirkan Event Kreatif dan Gebyar UMKM, Warga Gresik Antusias
    Next Article Dirawat Seperti Anak Sendiri, Sapi 1 Ton Asal Sidoarjo Jadi Kurban Presiden Prabowo

    Related Posts

    Pemkab Gresik Kirim Tim Pendamping ke Ponpes Al-Amin, Jaga Kondisi Mental Santri

    08/05/2026

    Diaspora Gresik Nyawiji di Jakarta, Tekankan Pendidikan sebagai Fondasi Gresik Emas

    04/05/2026

    Hardiknas 2026, Dindik Jatim: PR Pendidikan, Kualitas Guru hingga Kesenjangan Sekolah

    02/05/2026
    TERPOPULER
    1
    Investasi dan Industri Melesat di Gresik Utara, Masyarakat Diminta Lebih Siap
    2
    BPOM Temukan Kerupuk Berwarna Merah Muda yang Bisa Picu Kanker di Trenggalek
    3
    Persebaya Bungkam Persik 5-0, Amankan Posisi 4 Besar Klasemen Akhir
    4
    PDIP Gresik Panaskan Mesin 2029, Libatkan Gen Z dan Milenial di Struktur Partai
    5
    Korsleting Listrik Diduga Jadi Penyebab Kebakaran Rumah di Manyar Gresik
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.