KABARKAN.ID I Gresik – Arus investasi yang terus mengalir ke Kabupaten Gresik, khususnya wilayah Gresik Utara, menjadi perhatian berbagai kalangan. Menyikapi hal tersebut, Lokal Media Network menggelar diskusi publik bertajuk “Ngopi dan Opini Gresik” di Paddock Caffe, Desa Abar-Abir, Kecamatan Bungah, Kamis (21/5/2026).
Mengusung tema “Gresik Dibanjiri Investasi, Rakyat Dapat Apa?”, kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, terutama kalangan muda, sebagai ruang dialog untuk membahas dampak pertumbuhan industri yang dinilai semakin masif.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif dengan menghadirkan dua narasumber, yakni Santi Wahyu Lestari dari Bidang Penata Kelola Penanaman Modal Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Gresik serta pemerhati sosial Fajar Rubianto.
Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari perkembangan investasi di Gresik, dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, hingga peluang tenaga kerja lokal di tengah ekspansi industri.
Tim Lokal Media Network, Akhmad Sutikon, mengatakan forum diskusi ini sengaja digelar sebagai wadah bertukar gagasan sekaligus membangun kesiapan masyarakat menghadapi perubahan sosial dan ekonomi akibat pertumbuhan industri.
“Diskusi ini menjadi sarana dialog bagi seluruh kalangan, termasuk anak muda, agar mampu mempersiapkan diri dan mengambil peran di tengah perkembangan industri yang begitu cepat, khususnya di wilayah Gresik Utara,” ujar Sutikon.
Ia menilai, pertumbuhan industri tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga memengaruhi kondisi sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan peningkatan wawasan, kesadaran, dan solidaritas masyarakat agar mampu menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang yang ada.
Menurutnya, tujuan utama yang ingin dicapai adalah terciptanya keseimbangan antara pertumbuhan industri dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Harapannya, industri bisa tumbuh beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga sekitar. Sebab, sejauh ini masyarakat masih merasa keberadaan industri belum sepenuhnya mampu mengangkat ekonomi warga lokal,” katanya.
Sutikon menambahkan, hasil diskusi tersebut nantinya akan menjadi bahan kajian sekaligus wadah penyerapan aspirasi masyarakat dari berbagai kalangan.
Ke depan, Lokal Media Network berencana menggelar forum serupa secara rutin di setiap kecamatan di wilayah Gresik Utara dengan tema dan narasumber yang berbeda.
“Kami membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen masyarakat. Rencananya, diskusi seperti ini akan digelar setiap bulan di berbagai kecamatan di Gresik Utara,” jelasnya.(Kum)


