KABARKAN.ID I Lamongan – Di tengah banjir yang merendam selama lebih dari dua bulan, warga Dusun Waru dan Dusun Pandantoyo, Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan menunjukkan semangat gotong royong dengan membangun jembatan darurat dari bambu.
Jembatan sepanjang sekitar 70 meter dengan lebar satu meter itu dibangun secara swadaya dari hasil patungan warga. Keberadaan jembatan darurat ini menjadi solusi penting agar aktivitas warga, khususnya anak-anak sekolah, tetap bisa berjalan tanpa harus bergantung pada perahu.
Zainal Abidin, salah satu warga setempat, mengatakan bahwa banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero telah menutup seluruh akses jalan utama desa, membuat dua dusun di wilayah tersebut terisolasi.
“Selama ini warga terpaksa menggunakan perahu untuk keluar masuk desa. Jembatan darurat ini dibuat supaya aktivitas harian, terutama anak-anak sekolah, bisa lebih aman dan mudah,” ujarnya, Rabu(28/1/2026).
Zainal menambahkan, banjir yang merendam wilayah tersebut telah berlangsung lebih dari dua bulan, dengan ketinggian air sempat mencapai 80 sentimeter.
“Meski saat ini air mulai berangsur surut hingga berada di kisaran 40–60 sentimeter, akses jalan masih belum bisa dilalui secara normal,” ungkapnya.
Dengan adanya jembatan bambu tersebut, lanjut Zainal, warga kini tidak lagi harus menerobos banjir untuk beraktivitas.
“Jembatan darurat itu menjadi simbol kemandirian dan solidaritas warga dalam menghadapi bencana, sembari menunggu penanganan permanen dari pihak terkait,” ungkapnya.*(Had)













