KABARKAN.ID I Lamongan – Hujan deras dan meluapnya Sungai Bengawan Njero menyebabkan banjir melanda lima Kecamatan di Kabupaten Lamongan. Akibatnya, belasan sekolah, tempat ibadah, serta ribuan hektare lahan pertanian dan tambak terendam air.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Lamongan, M. Naim, menyebutkan, kecamatan yang terdampak paling parah antara lain Deket, Kalitengah, Turi, dan Karangbinangun. Menurutnya, total luas wilayah terdampak mencapai sekitar 12 ribu hektare, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp4 miliar.
“Banjir melanda lima kecamatan dengan sawah dan tambak yang tergenang mencapai 12 ribu hektare. Kerugian diperkirakan sekitar Rp4 miliar,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Untuk menanggulangi bencana ini, BPBD Lamongan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten terus melakukan berbagai langkah mitigasi. Bantuan bagi warga terdampak juga telah disalurkan melalui koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.
Selain itu, Pemkab Lamongan berkoordinasi dengan PU SDA untuk mengaktifkan seluruh pompa air. Menurut Naim, tingginya debit Sungai Bengawan Solo menjadi kendala utama dalam pengendalian banjir.
Meski begitu, empat pompa utama di Melik, Kuro, serta pintu air Tambakombo tetap dioperasikan secara bergantian sesuai kondisi lapangan.
Tidak hanya penanganan teknis, BPBD bersama Dinas Kesehatan juga membuka pos pelayanan kesehatan gratis bagi warga terdampak. Pos kesehatan ini disiagakan setiap hari di desa-desa terdampak, khususnya di wilayah Kuro dan sekitarnya.
“Kami membuka pos kesehatan desa secara gratis untuk warga terdampak, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan,” tutup Naim.* (Had)

