KABARKAN.ID I Mojokerto – Kasus dugaan keracunan massal akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mojokerto terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mojokerto mencatat hingga Minggu (11/1/2026), jumlah korban mencapai 261 orang, termasuk santri dan siswa dari sejumlah sekolah dan pondok pesantren di Kecamatan Kutorejo.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto, Dyan Anggrahini Sulistyowati, menyampaikan, dari total korban, sebanyak 112 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit, puskesmas, atau posko kesehatan. Sementara 140 anak lainnya telah dipulangkan atau menjalani perawatan rawat jalan.
“Total 261 anak ditangani melalui posko. Sebanyak 140 sudah pulang atau rawat jalan, 112 masih dirawat di rumah sakit dan puskesmas, dan 9 anak di posko,” ujar Dyan.
Korban mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Kutorejo, Pacet, RSUD Prof. dr. Soekandar, RSI Arofah, RS Sumberglagah, RS Mawaddah Medika, dan RS Kartini.
Dyan menambahkan, jumlah korban sebenarnya lebih banyak, karena sebagian datang langsung ke rumah sakit tanpa melalui posko.
“Di RSUD Prof. dr. Soekandar misalnya, ada tambahan 13 pasien yang datang mandiri,” kata Dyan.
Keracunan massal ini diduga terjadi setelah ratusan santri dan siswa mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.
Sekitar 2.679 porsi MBG disajikan untuk 20 sekolah, termasuk SMP/MTs dan SMA/MA Pondok Pesantren Al Hidayah Desa Wododadi, MTs dan MA Ponpes Maahad Annur Desa Singowangi, serta SMPN 2 Kutorejo.
Gejala seperti pusing, mual, muntah, demam, dan diare dilaporkan mulai muncul pada Jumat malam hingga Sabtu (10/1/2026) pagi. Saat ini, operasional SPPG tersebut dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi tim gabungan yang terdiri dari Kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto, dan Dinkes Kabupaten Mojokerto.* (Had)













