KABARKAN.ID I Gresik – Setahun lalu, Instalasi Gawat Darurat RSUD Gresik Sehati hanya menerima tiga pasien. Kini, angka itu melonjak menjadi 109 pasien dalam satu bulan. Lonjakan tersebut menjadi penanda penting: kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit daerah ini mulai tumbuh signifikan.
Memasuki tahun kedua operasionalnya, RSUD Gresik Sehati (RSGS) menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi kunjungan rawat jalan, rawat inap, hingga tindakan operasi.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, meninjau langsung perkembangan tersebut bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, Selasa (24/02). Kunjungan ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan arah pengembangan rumah sakit daerah tersebut.
“Dari fase awal dengan jumlah pasien yang sangat terbatas, sekarang grafik kunjungan meningkat. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai tumbuh. Penguatan harus dilakukan terukur dan berkelanjutan,” ujar Alif.
Data internal rumah sakit menunjukkan, sepanjang 2025 layanan rawat jalan telah mencatat 370 kunjungan dari berbagai poli, mulai Klinik Gigi hingga Penyakit Dalam.
Memasuki Januari–Februari 2026, kenaikan kunjungan meningkat lebih dari 100 persen dibanding fase awal operasional.
Di layanan rawat inap, perubahan paling terasa terlihat pada tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR). Jika pada awal Januari 2025 belum ada pasien, kini BOR lantai dua mencapai 83 persen—angka yang menunjukkan optimalisasi fungsi layanan berjalan cepat.
Direktur RSUD Gresik Sehati, dr. Riyan Charlie Milyantono, menyebut pertumbuhan ini tidak terjadi secara instan, melainkan melalui penguatan layanan bertahap, termasuk aktivasi kamar operasi untuk pasien BPJS sejak Agustus 2025.
“Total 51 pasien telah menjalani tindakan operasi. Pada Desember lalu saja, tercatat 15 tindakan dalam sebulan,” jelasnya.
Memasuki 2026, rumah sakit ini resmi menerapkan pola pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Pada Januari 2026, realisasi pendapatan tercatat Rp121,2 juta, dengan klaim BPJS sebesar Rp78,9 juta yang masih dalam proses pencairan.
Transformasi juga dilakukan di bidang digitalisasi. Sejak Januari 2026, rumah sakit telah menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMGOS) dan tengah mengajukan pembaruan sistem ke Kementerian Kesehatan. Penambahan kapasitas server juga telah dianggarkan untuk memperkuat infrastruktur layanan.
Wabup Alif menegaskan bahwa peningkatan jumlah pasien harus diiringi perencanaan sumber daya manusia dan penguatan fasilitas.
“Rumah sakit ini tidak boleh tumbuh tanpa perencanaan. SDM ditambah sesuai kebutuhan riil, fasilitas diperkuat bertahap, dan tata kelola keuangan dijaga sehat,” tegasnya.
Jika tahun pertama adalah fase membangun fondasi, maka tahun kedua menjadi momentum ekspansi. Dengan tren pasien yang terus meningkat dan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Gresik, RSUD Gresik Sehati diarahkan menjadi rumah sakit rujukan yang semakin profesional dan dipercaya, khususnya bagi masyarakat Gresik Selatan.
Dari hanya tiga pasien IGD di awal operasional hingga ratusan kunjungan per bulan, perjalanan setahun ini menjadi indikator bahwa rumah sakit daerah tersebut mulai menemukan tempatnya di hati masyarakat.*(Kum)













