KABARKAN.ID I Gresik – Suasana Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Gresik tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anak muda dengan map lamaran di tangan memenuhi ruang seleksi. Di tengah antrean dan sesi wawancara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani hadir dan menyapa satu per satu para pencari kerja.
Kehadiran Bupati Yani bukan sekadar seremonial, bahkan berdialog langsung dengan para pelamar, memberi semangat agar tetap percaya diri menjalani setiap tahapan seleksi.
Sebanyak 490 pelamar mengikuti proses rekrutmen dari tiga perusahaan yang membuka lowongan melalui Disnaker Gresik. Tercatat, PT Geabh Joint Technologi diikuti 239 pelamar, PT Keramik Diamond Indonesia 178 pelamar, dan Mitra Tata Kerja 73 pelamar. Total sekitar 300 posisi tersedia, mulai dari operator, teknisi, mekanik hingga level pengawas dan kepala unit.
“Pemkab Gresik akan terus memfasilitasi masyarakat, mulai dari penyediaan informasi lowongan kerja yang transparan dan mudah diakses, hingga pelatihan kerja yang relevan dengan kebutuhan industri. Harapannya, masyarakat Gresik semakin siap dan percaya diri menghadapi dunia kerja,” tegasnya, Rabu (11/2/2026).
Seluruh proses rekrutmen ini difasilitasi melalui platform digital Gresik Kerja, website resmi Disnaker yang memudahkan masyarakat mengakses informasi lowongan secara terbuka dan transparan. Sistem daring ini menjadi bagian dari upaya memperkuat Disnaker sebagai hub strategis penghubung dunia usaha dan tenaga kerja lokal.
Tak hanya fokus pada penyerapan tenaga kerja, dalam kesempatan yang sama Bupati Yani juga menyerahkan Santunan Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan kepada dua ahli waris pekerja rentan yang dibiayai melalui APBD 2025.
Masing-masing menerima santunan sebesar Rp42 juta, sebagai bentuk perlindungan sosial bagi keluarga pekerja.
Langkah ini menegaskan bahwa kebijakan ketenagakerjaan di Gresik tidak berhenti pada membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan adanya jaminan perlindungan bagi masyarakat.
Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, Disnaker Gresik kini bukan sekadar kantor pelayanan, melainkan ruang harapan-tempat peluang dipertemukan dengan kesiapan, dan masa depan mulai diperjuangkan.
Satu diantara ratusan pelamar kerja, Ahmad Siroj At Tamami (23), warga Desa Sukomulyo merasakan kemudahan tersebut. Ia mengaku baru pertama kali mengikuti wawancara kerja melalui fasilitasi Disnaker.
“Saya pertama kali ikut interview di Disnaker. Daftarnya lewat website Gresik Kerja, sama sekali tidak ada kesulitan dan sangat usable,” ujarnya dengan optimistis.*(Kum)













