KABARKAN.ID I Gresik – Ancaman banjir yang setiap tahun menghantui bantaran Sungai Kali Lamong tak lagi hanya dijawab dengan wacana. Di Desa Jono, Kecamatan Cerme, ratusan pohon produktif kini mulai tumbuh sebagai benteng alami, hasil kolaborasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik bersama instansi pemerintah dan perusahaan.
Sebanyak 400 pohon produktif mulai dari mangga, nangka, jambu air, jambu kristal hingga alpukat-ditanam dalam aksi lingkungan bertajuk Satu Pohon Sejuta Manfaat, Senin (2/2/2026). Lokasi penanaman dipilih bukan tanpa alasan. Desa Jono merupakan wilayah yang hampir setiap tahun terdampak luapan Kali Lamong.
Apresiasi serupa datang dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gresik Achmad Washil Miftahul Rachman yang menyebut konsistensi PWI Gresik dalam aksi penghijauan sejalan dengan program prioritas daerah, khususnya penanggulangan banjir Kali Lamong dan pelestarian lingkungan.
“PWI Gresik istiqomah. Setiap tahun menanam pohon di lokasi berbeda. Ini sangat penting, apalagi lima ribu hektare wilayah perkotaan Gresik sudah menjadi kawasan industri. Pohon adalah penopang oksigen dan kehidupan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PWI Gresik, Deni Ali Setiono, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial wartawan, tak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga hadir memberi solusi nyata.
“Ini agenda rutin kami setiap peringatan Hari Pers Nasional. Wartawan tidak cukup hanya menulis, tapi juga harus terlibat langsung menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.
Selain memperkuat mitigasi bencana banjir, pohon-pohon produktif tersebut juga diharapkan memberi manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga, sekaligus mendukung program ketahanan pangan.
Bagi warga Desa Jono, kehadiran ratusan pohon ini membawa harapan besar. Kepala Desa Jono, Asrun mengungkapkan bahwa hampir tiga perempat wilayah desanya dikelilingi Kali Lamong. Ancaman banjir bukan sekadar cerita musiman, melainkan pengalaman pahit yang pernah melumpuhkan aktivitas warga selama dua pekan.
Juga menyampaikan terima kasih kepada PWI Gresik dan seluruh pihak yang terlibat, karena telah memilih Desa Jono sebagai lokasi kegiatan tahun ini.
“Tanggul kami pernah jebol. Dua minggu rumah warga terendam, banyak yang sakit, mobilitas lumpuh. Dengan penanaman pohon ini, kami berharap tanggul lebih kuat dan risiko banjir bisa ditekan,” ungkap Asrun.
Kegiatan ini didukung berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gresik, Kecamatan Cerme, Pemerintahan Desa Jono, hingga sejumlah perusahaan seperti PT Freeport Indonesia, SKK Migas Jabanusa, PGN Saka, Petronas, PT Smelting, Petrokimia Gresik, Bank Jatim, dan lainnya.
Penanaman pohon juga dihadiri unsur Forkopimda dan Forkopimcam, di antaranya Wakapolres Gresik Kompol Sabdha Pususha dan Kasdim 0817 Mayor Inf. Siari menegaskan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi semua pihak.
Di tengah ancaman banjir dan masifnya kawasan industri, ratusan pohon di Desa Jono kini menjadi simbol harapan—bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah sederhana, asal dilakukan bersama.*(Kum)













