KABARKAN.ID I Surabaya – Universitas Airlangga (Unair) kembali menjadi salah satu kampus favorit nasional pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Tingginya persaingan terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 69.620 peserta, sementara kuota penerimaan hanya 2.771 mahasiswa baru.
Program Kedokteran masih jadi primadona di jalur sarjana, sementara persaingan terketat vokasi ditempati D3 Keperawatan dengan tingkat keketatan hanya 1,15 persen.
Rektor Unair, Prof Muhammad Madyan, mengatakan mahasiswa yang lolos seleksi berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Menurutnya, tingginya minat calon mahasiswa menjadi bukti reputasi Unair semakin kuat di tingkat nasional.
“Meski berada di Jawa Timur, mahasiswa yang diterima berasal dari berbagai wilayah, mulai Pulau Jawa hingga Papua Barat. Ini menunjukkan gaung excellent with morality semakin dikenal luas di Indonesia,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).
Dari total mahasiswa baru jalur SNBT 2026, sebanyak 470 mahasiswa tercatat sebagai penerima KIP Kuliah. Sementara itu, komposisi mahasiswa perempuan mendominasi dengan persentase mencapai 64,42 persen.
Prof Madyan menegaskan, penerimaan mahasiswa penerima KIP Kuliah menjadi bagian dari komitmen UNAIR dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang inklusif.
“Penerimaan KIP Kuliah ini merupakan bentuk komitmen UNAIR terhadap pendidikan inklusif,” katanya.
Pada jalur sarjana, Program Studi S1 Kedokteran kembali menjadi jurusan paling diminati sekaligus paling ketat dengan tingkat keketatan hanya 3,11 persen. Posisi berikutnya ditempati Kedokteran FIKKIA dengan tingkat keketatan 3,67 persen dan Psikologi sebesar 3,98 persen.
Tak hanya menjadi prodi paling kompetitif, S1 Kedokteran juga mencatat rerata nilai UTBK tertinggi di UNAIR untuk rumpun saintek, yakni mencapai 730,45.
“S1 Kedokteran dari tahun ke tahun masih menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi di Universitas Airlangga,” ujar Prof Madyan.
Persaingan lebih sengit justru terjadi pada jenjang vokasi. Program D3 Keperawatan menjadi prodi paling ketat dengan tingkat keketatan hanya 1,15 persen. Disusul D4 Akuntansi Bisnis Digital sebesar 1,20 persen.
Sementara itu, Program D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi program vokasi dengan rerata nilai UTBK tertinggi, yakni mencapai 659,76.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) UNAIR, Achmad Solihin, memastikan seluruh proses seleksi berjalan ketat dan bebas kecurangan.
Menurutnya, berbagai langkah pengawasan telah diterapkan sejak pelaksanaan UTBK, mulai pemeriksaan menggunakan metal detector hingga verifikasi wajah dan dokumen peserta.
“Kami telah melakukan berbagai langkah antisipasi secara maksimal, mulai pemeriksaan metal detector, verifikasi dokumen, pencocokan wajah peserta, hingga mekanisme pengawasan lainnya,” jelasnya. (Ayu)

