KABARKAN.ID I Trenggalek – Hutan Kota (Huko) Trenggalek tak sekadar ruang hijau di tengah kota. Rekaman kamera trap Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur justru mengungkap kekayaan satwa liar dilindungi yang masih bertahan, mulai dari landak Jawa hingga monyet ekor panjang.
Pemasangan kamera trap oleh BBKSDA Wilayah I Kediri awalnya difokuskan untuk mendeteksi keberadaan burung paok pancawarna, satwa endemik Jawa dan Bali yang dilindungi undang-undang. Namun hasil pemantauan selama sepekan justru menghadirkan kejutan lain.
Polisi Kehutanan BBKSDA Jawa Timur, Ahmad David Kurnia Putra, mengatakan kamera dengan sensor gerak itu merekam sejumlah mamalia yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
“Memang paok pancawarnanya belum tertangkap kamera, tapi kami justru senang karena terekam sepasang landak Jawa (Hystrix javanica) yang statusnya dilindungi,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Tak hanya landak Jawa, kamera trap juga merekam keberadaan musang pandan serta satu individu monyet ekor panjang. Temuan ini menegaskan bahwa Hutan Kota Trenggalek masih mampu menyediakan habitat bagi beragam satwa, meski berada di kawasan perkotaan.
“Ini menunjukkan ekosistemnya masih seimbang. Ada burung, mamalia kecil, sampai predator oportunis seperti musang pandan yang berperan sebagai pengendali populasi,” jelas pria yang akrab disapa Om Dev tersebut.
Menurutnya, burung paok pancawarna sebenarnya telah masuk dalam daftar inventarisasi keanekaragaman hayati di Huko Trenggalek. Keberadaannya bahkan kerap terdengar melalui kicauan, meski belum berhasil didokumentasikan secara visual.
“Saya pernah melihat langsung dua kali, tapi belum sempat memotret karena pergerakannya cepat,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Peningkatan Daya Tarik dan Destinasi Pariwisata Disparbud Trenggalek, Tony Widianto, menilai temuan ini menjadi modal penting untuk pengembangan wisata edukasi lingkungan.
“Data dari BBKSDA menunjukkan kehati di hutan kota cukup tinggi. Ini bisa menjadi sarana edukasi, terutama bagi pelajar, sekaligus menambah daya tarik wisata,” katanya.
Tony juga mengajak kolaborasi lintas pihak untuk menjaga sekaligus memanfaatkan Hutan Kota Trenggalek secara berkelanjutan, tanpa mengorbankan aspek konservasi.
“Kita ingin masyarakat terlibat aktif menjaga keanekaragaman hayati. Apa yang ada hari ini adalah anugerah, agar nanti masih bisa dinikmati generasi mendatang,” ungkapnya. (Had)













