KABARKAN.ID I Gresik – Kabupaten Gresik menjadi tuan rumah Musyawarah Wilayah (Muswil) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jawa Timur 2026 yang digelar di Hotel Aston Gresik, Jumat (8/5/2026). Forum tersebut menjadi momentum penguatan sistem kesehatan daerah, mulai dari pemerataan tenaga medis hingga penanganan kesehatan mental generasi muda.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani atau Gus Yani dan dihadiri jajaran Pengurus Besar IDI, pengurus IDI Jawa Timur, serta ratusan dokter dari berbagai daerah di Jatim.
Ketua IDI Wilayah Jawa Timur dr. dr. Sutrisno menyebutkan, jumlah dokter di Jawa Timur saat ini mencapai lebih dari 21 ribu orang, terdiri atas sekitar 16 ribu dokter umum dan lebih dari 6 ribu dokter spesialis.
Meski demikian, distribusi tenaga medis dinilai masih belum merata. Di satu sisi, sejumlah daerah masih membutuhkan tambahan dokter, sementara banyak lulusan dokter muda belum mendapatkan penempatan kerja tetap.
“Saya melihat peluang penyerapan lulusan dokter masih sangat besar di daerah. Saya berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan formasi yang ada karena bidang kesehatan sangat penting untuk memperkuat kualitas bangsa,” ujarnya.
Sutrisno juga mengapresiasi dukungan Pemkab Gresik terhadap pelaksanaan Muswil IDI Jatim 2026. Menurutnya, tingginya minat daerah untuk menjadi tuan rumah agenda IDI menunjukkan soliditas organisasi profesi kedokteran di Jawa Timur.
“Insya Allah ada keterpaduan antara kedua belah pihak. Muswil ini akan menjadi yang terbaik dan penuh kolaborasi. Terima kasih atas dukungan Bupati Gresik,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum PB IDI Kolonel Laut (Purn) dr. Wiweka, MARS menegaskan bahwa IDI merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sistem kesehatan nasional.
Ia menilai perlindungan terhadap dokter muda, penguatan disiplin organisasi, serta perhatian terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan menjadi isu penting di tengah dinamika dunia kedokteran saat ini.
“IDI bukan oposisi pemerintah. Kami adalah mitra strategis yang hadir untuk bersama-sama mencari solusi bagi pelayanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gus Yani menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui penguatan sumber daya manusia tenaga medis.
Salah satu program yang tengah dijalankan Pemkab Gresik yakni pembiayaan pendidikan dokter spesialis melalui APBD. Program tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan di wilayah yang masih mengalami kekurangan dokter, terutama Pulau Bawean.
“Kami menyiapkan pembiayaan pendidikan dokter spesialis secara gratis melalui APBD, dengan harapan setelah lulus para dokter ini kembali mengabdi di daerah yang membutuhkan, khususnya Bawean,” kata Gus Yani.
Menurut dia, persoalan distribusi dokter masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi dinilai penting dalam memperkuat sistem kesehatan.
Selain pemerataan tenaga medis, Gus Yani juga menyoroti meningkatnya persoalan kesehatan mental di kalangan anak muda.
“Fenomena gangguan kesehatan mental pada usia muda kini menjadi tantangan nyata. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi erat bersama IDI untuk menjawab persoalan ini,” ujarnya.
Ketua IDI Gresik dr. Abdul Fatah menambahkan, sebagai tuan rumah pihaknya menyiapkan sejumlah rangkaian kegiatan pendukung, mulai dari gala dinner bertajuk A Medical Arabian Night, fun walk, hingga senam pagi bersama dokter se-Jawa Timur.
“Muswil ini diikuti ratusan dokter anggota IDI se-Jawa Timur dan bertujuan memperkuat soliditas organisasi serta masa depan anggota IDI,” ujarnya.
Muswil IDI Jawa Timur 2026 dijadwalkan berlangsung hingga Minggu (10/5/2026). Kegiatan tersebut diikuti 156 peserta dari 34 cabang IDI se-Jatim serta 30 peserta dari 21 perhimpunan dokter spesialis.
Forum itu diharapkan mampu melahirkan berbagai keputusan strategis sekaligus memperkuat regenerasi kepemimpinan organisasi dokter di Jawa Timur. (Kum)


