KABARKAN.ID I Surabaya – Pembukaan Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026 membawa dampak signifikan bagi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS). Sejak pendaftaran dibuka pada 3 Februari 2026, minat calon mahasiswa melonjak tajam, bahkan hingga mendorong mereka datang langsung ke kampus demi mencari informasi.
Tak hanya calon mahasiswa dari Surabaya dan sekitarnya, PENS juga menerima kunjungan dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk luar Pulau Jawa.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Pelaksana PENS, Andri Suryandari, mengungkapkan bahwa permohonan informasi meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya.
“Rata-rata pemohon informasi datang dari Surabaya dan Sidoarjo. Ada juga dari Gresik, Bangil, Mojokerto. Bahkan dari Jakarta, Bandung, Pekanbaru. Pengunjung terjauh tercatat datang dari Jayapura,” ujar Andri, Senin (9/2/2026).
Mengantisipasi tingginya antusiasme, PENS menyiapkan petugas khusus untuk melayani kebutuhan informasi seputar jalur seleksi, program studi, hingga gambaran kehidupan kampus.
Sebagian besar calon pendaftar datang bersama orang tua. Mereka umumnya ingin memastikan pilihan pendidikan yang tepat dengan menanyakan jalur seleksi, program studi unggulan, biaya pendidikan, hingga tingkat keketatan persaingan.
“Banyak yang datang didampingi orang tua. Mereka ingin mendapat gambaran lengkap sebelum menentukan pilihan,” tambah Andri.
Lonjakan minat ini sejalan dengan kebijakan PENS yang menambah kuota penerimaan mahasiswa baru tahun 2026 menjadi 3.000 orang. Wakil Direktur Bidang Akademik PENS, Prof. Moch. Zen Samsono Hadi, menjelaskan kuota tersebut dialokasikan melalui tiga jalur, yakni 30 persen SNBP, 40 persen SNBT, dan 30 persen Jalur Mandiri.
Peningkatan daya tampung ini didukung pembukaan tiga program studi baru, yaitu Sarjana Terapan Bisnis Digital, Sarjanan Terapan Teknologi Rekayasa Perancangan Manufakrur, serta Sarjana Terapan Teknologi Rekayasan Keaelamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Tak berhenti di situ, PENS juga memperluas peluang global melalui pembukaan Program Kelas Internasional dengan skema Double Degree dan Join Degree. Program ini bekerja sama dengan sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Prancis, China, Taiwan, Jepang, dan Malaysia.
“Ini tentu memperluas kesempatan bagi pendaftar untuk mendapatkan pengalaman akademik internasional,” kata Prof. Zen.
Program Kelas Internasional tersebut dibuka untuk enam program studi, di antaranya Teknik Informatika, Mekatronika, Teknik Komputer, hingga Teknologi Game.
Meski peluang semakin terbuka, Prof. Zen mengingatkan calon pendaftar SNBP agar tidak sembarangan memilih program studi. Seleksi SNBP tidak hanya menilai rapor, tetapi juga mempertimbangkan prestasi pendukung dalam portofolio.
“Semua prestasi bisa didaftarkan, mulai dari lomba sains, olahraga, seni, pengalaman organisasi, hingga sertifikat kompetensi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperhitungkan tingkat persaingan agar calon mahasiswa tidak keliru menentukan pilihan.
Sebagai bagian dari upaya menjangkau calon pendaftar, PENS juga aktif melakukan sosialisasi ke berbagai daerah, termasuk melalui kegiatan di PSDKU PENS Lamongan. Dalam forum diskusi terbaru, sekitar 55 guru Bimbingan Konseling (BK) dari SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Lamongan turut hadir.
“Alhamdulillah antusiasme peserta sangat tinggi. Itu membuat kami semakin bersemangat memaparkan jalur SNPMB,” pungkas Prof. Zen.*(Nov)













