KABARKAN.ID I Gresik – Pelajaran matematika tak lagi harus menakutkan bagi siswa di Kabupaten Gresik. Pemerintah daerah melalui pelatihan guru kini menekankan pembelajaran yang menyenangkan dan kontekstual, mencontoh metode pengajaran dari Jepang.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, membuka pelatihan di Mandala Bhakti Praja dengan menekankan pentingnya kejujuran dalam mengajar dan menilai.
“Matematika bisa jadi pelajaran yang menyenangkan. Tapi yang utama, proses belajar harus jujur,” kata Wabup Alif.
Pelatihan bertajuk Pembelajaran Diferensiasi dan Motivasi Siswa ala Jepang digelar selama tiga hari, 12–14 Januari, diikuti 321 guru SD dan SMP sekabupaten Gresik. Kegiatan ini juga dihadiri Prof Biyanto, Staf Ahli Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Gresik, S Hariyanto, pelatihan ini bertujuan agar guru keluar dari pola kaku, dan mampu menghadirkan matematika dengan cara yang lebih interaktif, kongekstual dan menyenangkan.
“Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya hafal rumus, tapi juga paham konsep dan bisa bernalar,” ujarnya.
Pelatihan ini merupakan bagian dari strategi Pemkab Gresik menyiapkan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) April 2026. Data TKA SMA 2025 secara nasional menunjukkan hasil yang memprihatinkan, dengan nilai rata-rata Matematika 37,23 dan Bahasa Inggris 26,71.
Untuk mencegah hal serupa di Gresik, target nilai minimal TKA SD dan SMP ditetapkan: Matematika 6,00 dan Bahasa Indonesia 7,00. Tidak hanya itu, Pemkab juga menjalankan pilot project Bahasa Inggris bekerja sama dengan Kampung Inggris Pare di SDN 4 Petrokimia Gresik dan SMP Plus Jauharul Maknuun Sidayu, membangun ekosistem belajar Bahasa Inggris yang melibatkan seluruh warga sekolah.
Dukungan CSR PT Petrokimia Gresik memperkuat upaya ini, menandai komitmen pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas pendidikan daerah. Pemkab Gresik berharap inovasi ini membuat matematika dan Bahasa Inggris lebih dekat dan menyenangkan bagi setiap siswa.* (Kum)


