KABARKAN.ID I Gresik – Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengungkap fakta mengejutkan: hampir setengah dari penyaluran bantuan sosial di Indonesia masih meleset dari target penerima.
Dalam kunjungannya ke Gresik, Senin (30/3/2026), Gus Ipul menyebut sekitar 45 persen bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako belum tepat sasaran.
“Bantuan PKH dan sembako tidak tepat sasaran sekitar 45 persenan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan ini bukan hal baru. Selama ini, ketidaktepatan penyaluran bantuan dipicu oleh data yang tidak sinkron antar lembaga. Setiap kementerian, hingga pemerintah daerah, memiliki basis data masing-masing yang kerap berbeda.
“Dulu Kemensos punya data sendiri, lembaga lain punya data sendiri, provinsi dan kabupaten juga punya data sendiri. Akhirnya tidak sinkron,” jelas Gus Ipul.
Kini, pemerintah mulai membenahi persoalan tersebut dengan menerapkan satu data terpadu berbasis instruksi presiden.
Sebagai solusi utama, Kementerian Sosial akan mempercepat digitalisasi sistem bantuan sosial. Langkah ini bertujuan menghadirkan data penerima yang lebih akurat sekaligus meminimalisir kesalahan distribusi.
“Data tersebut nantinya akan terintegrasi melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik,” terang Gus Ipul.
Dengan sistem ini, pemerintah menargetkan tingkat kesalahan penyaluran bansos bisa ditekan drastis hingga di bawah 5 persen. Tak hanya itu, masyarakat juga akan diberi akses untuk mendaftar bantuan secara mandiri melalui platform digital yang tengah disiapkan.
“Dalam proses pemutakhiran data, pemerintah akan melibatkan pendamping PKH serta aparat desa sebagai ujung tombak validasi di lapangan,” ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul menegaskan bahwa bantuan sosial tetap menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan seperti fakir miskin dan anak terlantar.
“Karena itu, pemerintah terus melakukan perbaikan sistem agar bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak,” tutupnya.*(Dan)













