KABARKAN.ID I Gresik – Di samping Masjid As-Shalihin, Dusun Pateken Timur, Desa Kotakusuma,Sangkapura, kini tak hanya terdengar lantunan azan. Dari titik yang sama, harapan baru mengalir secara harfiah.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif meresmikan pompa air tenaga surya (PATS) yang dibangun melalui kolaborasi Lazismu Jawa Timur dan Kitabisa.org. Sistem ini memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan sumur bor, menyediakan air bagi masjid, SD Muhammadiyah 1 Bawean, hingga lahan pertanian di sekitarnya.
Bagi masyarakat Pulau Bawean, air bukan sekadar kebutuhan harian. Ia adalah fondasi bagi sawah, kebun, dan ternak, tiga sektor yang menopang ketahanan pangan warga. Karena itu, kehadiran pompa bertenaga surya ini menjadi simbol kemandirian baru, desa yang mampu memenuhi kebutuhan air dan energinya sendiri.
“Dengan adanya PATS ini, semoga bisa menjadi contoh bagi 30 desa di dua kecamatan di Pulau Bawean,” ujar Wabup yang akrab disapa dokter Alif, Kamis (12/2/2026).
Ia membayangkan desa-desa di Sangkapura dan Tambak suatu saat mampu berdiri dengan ketahanan air dan listrik yang kuat.
“Jika seluruh desa memiliki dua modal dasar tersebut, maka sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan bisa berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan,” ujar dokter Alif.
Menariknya, sumur bor yang dibuat di samping masjid itu bahkan telah mengeluarkan air tanpa bantuan pompa pada tahap awal pengeboran.
Sementara itu Pimpinan Daerah Muhammadiyah, K.H. Muhammad Toha Mahsun, penuh syukur. Ia berharap air tersebut tak hanya memenuhi kebutuhan ibadah dan pendidikan, tetapi juga mengairi sawah warga sekitar.
“Ini bukti bahwa sumber airnya melimpah,” ungkapnya singkat.
Program ini bermula dari pengajuan kerja sama Muhammadiyah kepada Kitabisa.org untuk tiga titik di Gresik, termasuk Bawean. Setelah survei dilakukan, lokasi Masjid As-Shalihin dipilih sebagai titik intervensi bersama.
“Harapannya bukan hanya untuk masjid, tetapi benar-benar bisa dirasakan masyarakat sekitar. Ke depan bisa untuk pengairan sawah, bahkan kebutuhan air minum,” jelas Wakil Sekretaris Lazismu Jawa Timur, Zaenal Abidin.
Peresmian tersebut turut dihadiri unsur Forkopimcam Sangkapura, tokoh agama, pimpinan Muhammadiyah, NU Care-Lazisnu, serta tim Kitabisa.org.
Kini, di Pulau Bawean, sinar matahari tak lagi sekadar menerangi siang. Ia berubah menjadi energi yang menghidupkan air, menggerakkan sawah, dan menumbuhkan harapan tentang kemandirian desa.*(Kum)













