KABARKAN.ID I Gresik – Suasana berbeda tampak di Kantor Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Di tengah rutinitas pelayanan publik, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema khusyuk dari ruang pertemuan. Bukan rapat kerja, melainkan tadarus bersama yang rutin digelar selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini diinisiasi Ketua Tim PKK Kecamatan Driyorejo, Zur’ah Amri yang akrab disapa Zurred. Sejak awal puasa pada 19 Februari 2026, ia mengajak seluruh jajaran pegawai kecamatan, para kepala seksi, staf, hingga Ketua Tim PKK desa se-Kecamatan Driyorejo untuk mengisi Ramadhan dengan memperbanyak ibadah.
Tadarus dimulai pukul 09.00 WIB hingga menjelang Salat Dhuhur. Di sela kesibukan administrasi dan pelayanan masyarakat, para aparatur duduk bersisian, membaca dan menyimak ayat demi ayat dengan penuh kekhusyukan.
“Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Jangan sampai kita hanya sibuk pada pekerjaan, tetapi lupa memperbanyak amal ibadah,” ujar Zurred dengan senyum khasnya, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, keseimbangan antara tanggung jawab dunia dan akhirat menjadi kunci utama dalam menjalani peran sebagai aparatur sekaligus seorang muslim. Tadarus ini, kata dia, bukan sekadar rutinitas, melainkan ikhtiar membangun suasana kerja yang lebih religius dan harmonis.
Ia berharap, energi spiritual yang terbangun selama Ramadan dapat membawa keberkahan, tidak hanya bagi aparatur kecamatan, tetapi juga masyarakat Driyorejo secara luas.
Tak hanya tadarus, rangkaian Safari Ramadan juga telah disiapkan. Kegiatan akan digelar di sejumlah masjid, di antaranya Masjid Baitul Makmur Sumput Asri, Masjid Darul Ulum Cangkir, Masjid Nur Hidayah (KBD) Desa Petiken, serta Masjid Rahmattulah Klitih Desa Randegan.
Puncaknya, Safari Ramadan bersama Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dan Wakil Bupati Asluchul Alif bersama Forkopimda Kabupaten Gresik akan digelar di Masjid Al Madinah (KBD) Desa Petiken.
Di bulan suci ini, Driyorejo tak hanya bergerak dalam pelayanan publik, tetapi juga dalam harmoni spiritual—menjadikan Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, melainkan penguat kebersamaan dan nilai-nilai religius di ruang birokrasi.*(Kum)













