KABARKAN.ID I Surabaya – Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Fredy Poernomo, menyoroti wacana pemilihan Gubernur melalui DPRD, menyebut mekanisme ini lebih efisien dari sisi anggaran dibandingkan pemilihan langsung oleh rakyat.
Menurut politisi Golkar ini, posisi Gubernur sejatinya merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat dalam hal pembinaan dan pengawasan, sehingga pemilihan langsung tidak terlalu berdampak pada keseharian masyarakat.
“Kalau bicara efisiensi, gubernur hanya memegang mandat pusat, tidak punya wilayah teritorial yang signifikan. Otonomi itu ada di kabupaten/kota,” kata Fredy, Kamis (22/1/2026).
Fredy menekankan bahwa pemilihan langsung tetap penting bagi kepala daerah di tingkat kabupaten dan kota. Mekanisme ini dinilai membuat bupati dan wali kota lebih dekat dengan masyarakat serta lebih memahami persoalan lokal.
Namun, dari sisi fiskal, Fredy menyoroti biaya Pilgub Jawa Timur yang bisa mencapai sekitar Rp 1 triliun, belum termasuk biaya politik calon kepala daerah.
“Dana transfer ke provinsi berkurang, pajak kendaraan juga menurun. Pilgub langsung membuat pemerintah provinsi kesulitan mengalokasikan anggaran,” ujarnya.
Meski menilai wacana pemilihan gubernur melalui DPRD masuk akal, Fredy mengingatkan bahwa kualitas figur kepala daerah tetap menjadi fokus utama.
“Persoalannya bukan soal dipilih langsung atau tidak, tapi apakah calon kepala daerahnya layak,” pungkasnya.*(Had)













