KABARKAN.ID I Gresik – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) di salah satu hotel di Gresik, Sabtu, 28 Maret 2026. Kegiatan ini tak hanya menjadi ajang memilih calon ketua, tetapi juga momentum penguatan organisasi partai.
Sejumlah tokoh penting PKB turut hadir dalam agenda tersebut. Di antaranya Ketua DPP PKB bidang Penguatan Organisasi, Legislatif dan Eksekutif Abdul Halim Iskandar, serta Ketua Fraksi PKB DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum PKB, Jazilul Fawaid.
Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Halim menegaskan, Muscab merupakan bagian dari proses penting dalam tubuh partai.
“Muscab ini adalah keniscayaan bagi PKB. Ini bagian dari regenerasi, perbaikan kinerja struktur partai, sekaligus memperkuat soliditas,” ujarnya kepada media.
Menurutnya, soliditas PKB saat ini berada pada level yang tinggi. Hal itu menjadi modal utama untuk menggerakkan seluruh kekuatan partai dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di berbagai sektor.
“Mulai dari ekonomi, politik, budaya, pendidikan, hingga kesehatan, semua menjadi perhatian PKB,” kata Gus Halim.
Kemudian Gus Halim menjelaskan, Muscab tidak langsung menentukan ketua definitif. Forum ini hanya menghasilkan nama-nama calon yang akan melalui tahapan lanjutan.
“Muscab hanya menghasilkan calon, bukan langsung kepemimpinan. Nantinya para calon akan mengikuti proses akademik dan penguatan komitmen,” jelasnya.
Para kandidat akan menjalani asesmen oleh Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang (UM), yang telah bekerja sama dengan PKB. Selain itu, akan ada wawancara mendalam oleh tim DPP untuk mengukur komitmen dan kapasitas kepemimpinan.
“Tidak ada satu model kepemimpinan yang paling benar. Yang terbaik adalah yang sesuai dengan kondisi masyarakat. Di Gresik, kepemimpinan yang demokratis dan dialogis sangat dibutuhkan,” ungkap Gus Halim.
Sementara itu, Jazilul Fawaid atau Gus Jazil menegaskan, Muscab bukan hanya soal pergantian kepemimpinan, tetapi juga penyusunan strategi partai ke depan.
Juga mencakup persiapan menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Selain itu, kinerja para legislator PKB juga akan terus dipantau, baik yang sudah berjalan maupun yang akan dilakukan untuk masyarakat.
“Muscab ini bukan sekadar soal pemimpin, tapi bagaimana meramu program untuk memenangkan kontestasi politik ke depan,” katanya.(Kum)













