KABARKAN.ID I Gresik – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik menyiapkan lahan seluas sekitar 34.663,47 hektare untuk mendukung program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung, pada tahun 2026.
Kepala Dispertan Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putra, mengatakan rencana penanaman jagung akan berlangsung secara bertahap mulai Januari hingga Maret 2026. Pada Januari, penanaman telah dimulai di Pulau Bawean, tepatnya di Kecamatan Tambak, dengan luas tanam mencapai 4 hektare.
“Bulan Januari ini, penanaman jagung dilakukan di Pulau Bawean, tepatnya di Kecamatan Tambak, dengan luas tanam sekitar 4 hektare,” ujar Eko, Selasa (20/1/2026).
Sementara itu, untuk wilayah daratan Kabupaten Gresik, penanaman jagung masih menunggu proses panen padi yang saat ini berlangsung di sejumlah kecamatan, seperti Panceng, Sidayu, Dukun, dan Ujungpangkah. Setelah panen padi selesai, lahan tersebut akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung pada musim tanam berikutnya.
Eko menambahkan, puncak musim tanam jagung direncanakan pada Februari hingga Maret 2026. Beberapa kecamatan yang masuk dalam rencana penanaman pada periode tersebut antara lain Panceng, Sidayu, Dukun, dan Ujungpangkah, serta Wringinanom, Driyorejo, Kedamean, dan Menganti.
“Pada Februari hingga Maret, penanaman jagung direncanakan dilakukan di seluruh kecamatan tersebut. Seluruh rencana tanam ini berasal dari usulan kelompok tani di masing-masing wilayah yang dihimpun melalui penyuluh lapangan Dinas Pertanian Kabupaten Gresik,” jelasnya.
Program penanaman jagung ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jagung dalam negeri, baik untuk kebutuhan pangan maupun pakan ternak. Dengan terpenuhinya kebutuhan nasional, diharapkan Indonesia dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor jagung.
“Selain mendukung swasembada pangan, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani jagung di Kabupaten Gresik melalui optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian sepanjang tahun,” ungkap Eko.*(Kum)













