KABARKAN.ID I Mojokerto – Jumlah korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mojokerto bertambah menjadi 411 orang. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau Gus Barra di RSUD Prof. dr. Soekandar.
Menurut Gus Barra, data tersebut merupakan angka final yang telah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Mayoritas korban merupakan anak-anak dari jenjang pendidikan TK, SD, hingga SMP.
“Data terakhir dari Dinas Kesehatan menunjukkan total korban mencapai 411 orang. Sebagian besar merupakan anak-anak karena penerima MBG berasal dari sekolah,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).
Ia merinci, jumlah korban terus mengalami peningkatan sejak laporan awal. Pada Minggu tercatat 260 orang, Senin meningkat menjadi 384 orang, Selasa 404 orang, dan Rabu bertambah menjadi 411 orang. Korban berasal dari kalangan santri, pelajar, hingga warga dewasa. Dari total tersebut, 77 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Gus Barra menambahkan, pemerintah daerah telah menutup pendataan kasus baru karena masa inkubasi diduga telah terlewati. Dengan demikian, angka 411 orang ditetapkan sebagai jumlah akhir korban.
“Kami sudah tidak menerima laporan pasien baru terkait MBG karena masa inkubasi sudah lewat. Jadi jumlah ini kami tetapkan sebagai total keseluruhan,” jelasnya.
Sebelumnya, ratusan santri dan siswa di Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, diduga mengalami keracunan massal usai mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam yang disediakan oleh SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03.
Gejala keracunan mulai dirasakan sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, 10 Januari 2026. Para korban mengeluhkan pusing, mual, muntah, demam, serta diare.
SPPG yang berlokasi di Dusun Rejeni, Desa Wonodadi, Kutorejo, diketahui menyalurkan sebanyak 2.679 porsi MBG untuk sekitar 22 lwmbaga pendidikan. Sementara itu, terdapat tujuh swkolah dan pesantren yang terdampak langsung dalam peristiwa tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, operasional SPPG dihentikan sementara sambil menunggu hasil investigasi. Tim gabungan yang melibatkan Kodim 0815 Mojokerto, Polres Mojokerto, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto saat ini masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab keracunan massal.
Dinas Kesehatan juga telah mengambil sampel makanan dari SPPG untuk dilakukan uji laboratorium.*(Had)













