KABARKAN.ID I Lamongan – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan resmi menetapkan status tanggap darurat bencana akibat meluasnya banjir dari Bengawan Jero. Keputusan ini diambil menyusul naiknya elevasi air di Bendungan Blawi, yang kini telah mencapai angka 78, menyebabkan genangan meluas di enam kecamatan.
Hingga saat ini, diperkirakan banjir telah merendam 2.736 rumah di 27 desa, dengan total warga terdampak mencapai 10.672 jiwa.
Sekretaris Daerah Lamongan, Moh Nalikan, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah melakukan penyisiran dan pembersihan seluruh sungai pembuang untuk memperlancar aliran air.
Selain itu, ia menginstruksikan setiap desa mendirikan posko kesehatan yang beroperasi 24 jam untuk melayani warga terdampak.
“Dengan naiknya Bendungan Blawi yang sudah mencapai 78 dan enam kecamatan terdampak, status tanggap darurat ini kami berlakukan. Kami juga meminta setiap desa untuk segera mendirikan posko kesehatan,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Pemkab Lamongan juga mulai menyalurkan bantuan sembako secara bertahap ke warga terdampak, terutama di Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni.
Bantuan makanan siap saji dari BPBD Provinsi Jawa Timur telah tiba, sementara pemerintah mengajukan cadangan pangan berupa 22 ton beras ke Badan Ketahanan Pangan Nasional.
“Saat ini kami tinggal menunggu ACC untuk pencairan melalui Bulog. Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk memperkuat bantuan tambahan,” terang Nalikan.*(Had)













