KABARKAN.ID I Gresik – Atmosfer Piala Dunia 2026 mulai memberikan dampak terhadap sektor usaha perlengkapan olahraga. Meski kick off turnamen sepak bola terbesar di dunia itu masih beberapa hari lagi, penjualan jersey tim nasional peserta Piala Dunia di sejumlah daerah mulai menunjukkan tren peningkatan.
Fenomena tersebut dirasakan pelaku usaha jersey sepak bola di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Permintaan datang tidak hanya dari penggemar sepak bola, tetapi juga perusahaan yang ikut meramaikan perhelatan empat tahunan tersebut melalui berbagai kegiatan bertema Piala Dunia.
Pemilik toko olahraga Scudetto di Jalan Raya Kartini, Kebomas, Gresik, Aditya Wibowo mengatakan pihaknya telah mulai menjual jersey negara-negara peserta Piala Dunia sejak dua bulan terakhir. Namun, lonjakan penjualan biasanya baru terjadi menjelang pertandingan pembuka hingga pekan pertama turnamen berlangsung.
“Saat ini suasana Piala Dunia memang belum terlalu terasa. Tetapi kami sudah mulai menjual jersey negara peserta sejak sekitar dua bulan lalu. Biasanya peningkatan penjualan paling terasa mulai H-7 kick off hingga minggu pertama kompetisi berjalan,” kata, Minggu (31/5/2026).
Menurutnya, Piala Dunia selalu menjadi momentum yang paling dinantikan para pelaku usaha jersey karena mampu mendongkrak penjualan secara signifikan dibandingkan periode normal.
Antusiasme masyarakat terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut dinilai konsisten tinggi dari tahun ke tahun. Bahkan, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan pencinta sepak bola, melainkan juga instansi maupun perusahaan yang mengadakan kegiatan bertema Piala Dunia.
“Ini momentum yang paling ditunggu. Banyak perusahaan yang ikut meramaikan dengan kegiatan tertentu dan mewajibkan karyawannya mengenakan jersey negara peserta. Itu ikut mendongkrak permintaan,” ujar Aditya.
Dari berbagai negara peserta, jersey Argentina, Portugal, Prancis, dan Jerman menjadi produk yang paling banyak dicari pelanggan. Popularitas pemain bintang serta status negara unggulan disebut menjadi faktor utama tingginya minat pembeli.
“Saat ini yang paling banyak dicari pelanggan adalah Argentina, Portugal, Prancis, dan Jerman,” ungkapnya.
Meski permintaan mulai meningkat, Scudetto belum berencana memberikan promo khusus selama Piala Dunia berlangsung. Tingginya minat pasar justru membuat harga jersey cenderung mengalami kenaikan, terutama jika tim yang bersangkutan berhasil melaju hingga babak semifinal atau final.
“Kalau promo biasanya tidak ada karena permintaannya tinggi. Bahkan harga bisa naik ketika sebuah tim terus melaju ke fase akhir. Sebaliknya, jersey negara yang gagal lolos fase grup biasanya mengalami penurunan harga,” jelas Aditya.
Ia mengaku masih berhati-hati dalam menambah stok jersey peserta Piala Dunia. Strategi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan tim unggulan tersingkir lebih awal yang dapat berdampak pada penurunan permintaan.
“Kami biasanya melihat perkembangan fase grup terlebih dahulu. Tidak selalu tim unggulan di atas kertas akan bertahan sampai akhir. Kalau terlalu banyak stok dan ternyata timnya tersingkir, penjualan bisa langsung turun,” katanya.
Selain menjual berbagai jersey tim nasional dunia, Scudetto juga dikenal sebagai produsen apparel sepak bola lokal yang telah menjangkau pasar internasional. Pada musim lalu, apparel asal Gresik tersebut menjalin kerja sama dengan klub profesional Liga Timor Leste, Karketu Dili FC.
Dengan semakin dekatnya Piala Dunia 2026, para pelaku usaha berharap euforia masyarakat akan terus meningkat sehingga mampu mendongkrak penjualan sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan industri olahraga lokal.


