KABARKAN.ID I Trenggalek – Persiapan ibadah haji 2026 bagi 449 calon jemaah haji asal Trenggalek tetap berjalan lancar, meski situasi geopolitik Timur Tengah, khususnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, masih memanas.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) melalui Kemenhaj Trenggalek menegaskan bahwa seluruh tahapan administratif dan pemberkasan calon jemaah haji (CJH) telah rampung. Kepala Kemenhaj Trenggalek, Subkan Hamzah, menyebutkan bahwa kini para jemaah hanya menunggu kedatangan perlengkapan fisik seperti koper dan pakaian haji, yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
“Trenggalek tinggal menunggu waktu pemberangkatan, yaitu tanggal 18 Mei,” ujar Subkan saat ditemui di kantornya, Senin (16/3/2026).
Satu agenda besar yang masih menanti para jemaah adalah manasik haji kubro, yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Maret 2026, usai perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Musim haji tahun ini, Trenggalek memberangkatkan total 449 jemaah, termasuk jemaah reguler, pembimbing ibadah, dan tenaga medis. Para jemaah tergabung dalam kloter akhir, yakni kloter 105 dan 106, sehingga distribusi koper mengalami sedikit penyesuaian dibanding daerah lain.
Selain itu, terdapat empat calon jemaah cadangan yang belum tergabung dalam kloter manapun. “Jemaah cadangan ini belum jelas kapan berangkatnya, karena memang sudah menjadi kesepakatan bagi mereka,” jelas Subkan.
Terkait kekhawatiran publik mengenai keamanan di Timur Tengah, Subkan menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada calon jemaah Trenggalek yang mengajukan penundaan keberangkatan. Para jemaah tetap tenang sambil memantau perkembangan situasi di kawasan tersebut.
“Mungkin ada rasa khawatir, tetapi karena waktu keberangkatan masih cukup lama, mereka lebih bersikap wait and see sambil memantau perkembangan,” pungkas Subkan.*(Had)













