KABARKAN.ID I Gresik – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Gresik bersama Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Gresik menggelar berbagai kegiatan sosial selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut meliputi santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa serta pembagian takjil bagi masyarakat.
Ketua IDI Kabupaten Gresik, dokter Abdul Fatah, mengatakan kegiatan bertajuk “Ramadan Berbagi” tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh organisasi profesi dokter tersebut.
“Ini merupakan agenda tahunan setiap bulan suci Ramadan. Kegiatan pertama adalah santunan anak yatim dan kaum dhuafa di enam lokasi, yakni panti asuhan, panti jompo, serta pondok pesantren. Selain itu, kami juga membagikan takjil di 10 titik di wilayah Gresik,” ujar dr. Fatah, Sabtu (14/3/2026).
Dokter Fatah menjelaskan, rangkaian kegiatan sosial tersebut juga menjadi wujud solidaritas dan kekompakan para anggota IDI Cabang Gresik dalam meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
“Kami di IDI Gresik selalu berupaya memupuk rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama,” kata dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Islam Nyai Ageng Pinatih tersebut.
Pada tahun ini, IDI Gresik berkolaborasi dengan IIDI Gresik dalam kegiatan pembagian takjil yang dilaksanakan di 10 titik di wilayah Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut, kata dr. Fatah, berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat.
“Pembagian takjil kami laksanakan bersama IIDI Gresik di 10 titik. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Melalui momentum Ramadan, dr. Fatah juga mengimbau masyarakat, khususnya warga Kabupaten Gresik, untuk terus menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Ia mengingatkan pentingnya menerapkan pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok.
“Tentu harapan kami masyarakat selalu menjaga kesehatan dengan aktif berolahraga, menciptakan lingkungan yang sehat, makan sesuai kebutuhan, serta menghindari kebiasaan buruk seperti merokok,” tuturnya.*(Kum)













