KABARKAN.ID I Madiun – Suasana ceria menyelimuti sebuah pusat perbelanjaan di Kota Madiun. Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) di wilayah Cabang Dinas Pendidikan Madiun tampak sumringah saat memilih baju baru untuk merayakan Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Ramadan Pendidikan Berdampak”, inisiatif dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai. Sebanyak 30 siswa SLB didampingi 10 guru dan tenaga kependidikan diajak berbelanja baju lebaran, sekaligus menerima santunan dan menikmati buka puasa bersama.
Aries menekankan bahwa momen ini lebih dari sekadar memberi baju baru. Kegiatan ini adalah wujud kepedulian agar siswa berkebutuhan khusus juga merasakan sukacita Ramadan dan semarak Lebaran.
“Pendidikan tidak hanya soal akademik. Pendidikan juga harus menumbuhkan kepedulian sosial, empati, dan nilai kemanusiaan,” ujarnya, Sabtu (14/3/2026).
Program Ramadan Pendidikan Berdampak mendorong sekolah di Jawa Timur menggelar beragam kegiatan selama bulan suci, mulai dari pesantren kilat, penguatan karakter, hingga aksi sosial seperti berbagi takjil dan santunan bagi siswa yang membutuhkan.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan juga menjalankan Program Vokasi Istimewa bagi siswa berkebutuhan khusus. Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan mereka di berbagai bidang, seperti tata boga, tata kecantikan, otomotif, hingga kerajinan.
“Program ini penting agar siswa berkebutuhan khusus memiliki keterampilan dan bisa mandiri sesuai bakat dan minat mereka,” jelas Aries.
Di tengah senyum ceria dan riuh tawa mereka, jelas terlihat bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah, tapi juga momen berbagi kebahagiaan dan membangun empati.*(Had)













