KABARKAN.ID I Gresik – Di sudut-sudut Desa Tumapel, pesan itu terpampang tegas. Di tembok dekat balai desa, di pertigaan gang, hingga di lapangan tempat anak-anak bermain—banner peringatan bahaya narkoba berdiri sebagai pengingat: desa ini sedang berjaga.
Bagi Pemerintah Desa Tumapel, perang melawan narkoba bukan sekadar program seremonial. Ini adalah gerakan sunyi yang dibangun dari kesadaran bersama, dari obrolan warga, dari pengajian, dari lapangan olahraga, hingga ruang-ruang keluarga.
Kerja kolektif inilah yang akhirnya mengantarkan Tumapel, Kecamatan Duduksampeyan, Kabupaten Gresik, meraih apresiasi Desa Bersinar (Bersih Narkoba) dalam Jatim Awards 2025, Jumat (13/2/2026) di Surabaya.
Namun penghargaan itu bukan tujuan utama. Yang lebih penting adalah proses panjang di baliknya.
Pemdes Tumapel memulai dari hulu melakukan edukasi sejak dini. Anak-anak dikenalkan bahaya narkoba bukan dengan ketakutan, tetapi dengan pemahaman.
Para orang tua diajak memperkuat peran keluarga sebagai benteng pertama. Pemuda diarahkan pada aktivitas produktif seperti olahraga, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan sosial agar energi mereka tersalurkan ke hal-hal positif.
Tak berhenti di situ, relawan anti-narkoba dibentuk. Penyuluhan digelar rutin. Pemeriksaan urin bagi pemuda dilakukan sebagai langkah preventif. Pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan duduk bersama, menyatukan komitmen.
Kepala Desa Tumapel, Ziadatul Akmal menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah milik seluruh warga. Sebab menjaga desa tetap bersih dari narkoba tidak bisa dibebankan pada satu pihak saja. Ia harus menjadi kesadaran kolektif.
“Desa merupakan ujung tombak pembangunan bangsa karena menjadi lingkungan pertama tempat masyarakat tumbuh, belajar, dan berinteraksi,” katanya, Sabtu (14/2/2026).
Predikat Desa Bersinar Mandiri yang kini disandang Tumapel menjadi bukti bahwa desa mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga generasi. Bahwa pembangunan bangsa tidak selalu dimulai dari kota besar, tetapi dari gang-gang kecil yang memilih untuk peduli.
“Dalam konteks pencegahan narkoba, desa berperan sebagai garda terdepan untuk menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat, dan berakhlak,” ujar Ziadatul.
Di Tumapel, perang itu mungkin tak terdengar gaduh. Namun ia nyata. Dan hari ini, perjuangan itu mendapat pengakuan.*(Kum)













