KABARKAN.ID I Mojokerto – Menjelang Ramadan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga pangan. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar pasar murah ramadan sekaligus membagikan beras dan telur gratis kepada warga di Halaman Kantor Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (26/2/2026).
Sejak pagi, warga tampak antusias memadati lokasi. Mereka berburu kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar tradisional maupun modern yang cenderung naik saat Ramadan.
Khofifah turun langsung meninjau kegiatan tersebut bersama Kepala Dinas Perdagangan Jatim Iwan serta Pemimpin Wilayah Jawa Timur Perum Bulog, Langgeng Wisnu Adinugroho. Kehadiran jajaran pimpinan ini menegaskan keseriusan pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai bahan pokok dijual di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), di antaranya, Beras SPHP medium: Rp 11.000/kg, Beras SPHP premium: Rp 14.000/kg, MinyaKita: Rp 13.000/liter, Gula pasir: Rp 14.000/kg
Lalu, Telur ayam ras: Rp 20.000/pack, Cabai merah besar: Rp 2.000/100 gram, Bawang putih: Rp 6.000/¼ kg, Bawang merah: Rp 7.000/¼ kg, Tepung terigu: Rp 10.000/kg.
Program ini menjadi pasar murah ke-28 sepanjang tahun 2026. Bahkan pada hari yang sama, kegiatan serupa digelar serentak di 14 kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Rencananya tahun ini akan dilaksanakan 110 kali. Nanti kami melihat dinamika harga selama 2026,” ujar Iwan.
Pasar murah ini merupakan hasil sinergi Pemprov Jatim bersama Perum Bulog dan pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) setempat. Setiap kegiatan, sedikitnya 10 IKM lokal dilibatkan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi daerah.
Konsistensi pelaksanaan pasar murah ini menunjukkan komitmen kuat Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.
Iwan menambahkan, beberapa komoditas yang sebelumnya sempat melonjak kini mulai menunjukkan tren penurunan harga.
“Cabai rawit yang sempat menyentuh Rp 100 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp 79 ribu per kilogram. Daging ayam yang sebelumnya di kisaran Rp 40–42 ribu per kilogram sekarang turun menjadi Rp 38 ribu per kilogram. Dinamikanya mulai stabil, yang penting stok terjamin,” jelasnya.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap masyarakat bisa menjalani Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.*(Had)













