KABARKAN.ID I Gresik – Reses anggota DPRD Kabupaten Gresik, Dimas Setio Wicaksono dari Partai PKB, Jumat (13/2/2026), tidak berlangsung kaku. Di sebuah kafe, ratusan warga dari Kecamatan Gresik Kota dan Kebomas ramai menyampaikan keluhan dan harapan mereka, mulai dari jalan rusak hingga bantuan pendidikan yang belum tepat sasaran.
Keluhan paling banyak terkait kondisi jalan. Dari jalan poros desa hingga gang lingkungan, banyak yang butuh perbaikan. Genangan air saat hujan juga masih mengganggu aktivitas warga. Lurah Tenggulunan menyoroti jalan yang selalu banjir karena saluran drainase tidak memadai.
“Dari kelurahan kami tidak bisa menganggarkan, karena itu tanggung jawab pemerintah kabupaten,” kata Lurah Tenggulunan.
Dimas memastikan akan memperjuangkan perbaikan jalan dan drainase sesuai program prioritas pemerintah kabupaten.
Isu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) muncul dalam diskusi. Lurah Sidomoro menceritakan beberapa warga yang menerima bantuan terlambat hingga meninggal dunia. Selain itu, sistem data desil yang menentukan penerima bantuan kadang kurang akurat, membuat anak-anak kurang mampu terlewat dari beasiswa.
Dimas berjanji akan mendorong evaluasi data desil dan memperluas kuota beasiswa agar bantuan sampai pada yang benar-benar membutuhkan.
Kepala Sekolah TK Dharma Wanita Gulomantung, Nur Ika Mafula, mengeluhkan kondisi sekolah yang beratap asbes bocor sejak 1980-an. Dimas menegaskan akan memperjuangkan perbaikan sekolah swasta dan madrasah, sejalan dengan perhatian pemerintah pusat terhadap sarana pendidikan.
Warga juga menyoroti fasilitas kesehatan, termasuk posyandu dan puskesmas, serta program anti pernikahan dini dari KUA untuk mencegah stunting. Aspirasi lain mencakup pembebasan biaya BPHTB untuk aset warisan.
Menutup reses, Dimas menekankan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi warga.
“Reses ini bukan hanya mendengar keluhan, tapi memastikan perbaikan nyata untuk warga,” katanya.*(Kum)













