KABARKAN.ID I Gresik – Menyambut meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, Polres Gresik menggelar operasi keselamatan Semeru 2026 sebagai langkah konkret menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas.
Operasi tersebut resmi dimulai melalui apel gelar pasukan yang digelar di halaman Mapolres Gresik, Senin (2/2/2026). Apel dipimpin Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha, mewakili Kapolres Gresik, serta diikuti personel gabungan lintas sektoral.
Kekuatan operasi melibatkan unsur TNI (Kodim 0817, Denpom, Garnisun), Polri, Satpol PP hingga Dinas Perhubungan Kabupaten Gresik, sebagai wujud sinergi lintas instansi dalam menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.
Dalam amanat yang dibacakannya, Kompol Shabda menegaskan bahwa Operasi Keselamatan Semeru bukan sekadar kegiatan rutin tahunan, melainkan respons atas tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih menjadi persoalan serius.
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada 531 kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Jawa Timur, dengan 10 korban meninggal. Fakta ini menunjukkan bahwa rendahnya disiplin berlalu lintas masih menjadi tantangan utama.
“Perilaku pengendara yang tidak patuh aturan menjadi faktor dominan penyebab kecelakaan fatal. Karena itu, operasi ini menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat,” ujar Kompol Shabda.
Operasi keselamatan Semeru 2026 akan berlangsung selama dua minggu atau 14 hari mulai 2 hingga 15 Februari 2026 dan melibatkan 5.020 personel gabungan di seluruh wilayah Jawa Timur.
Operasi ini mengedepankan tiga pendekatan utama yang preemtif melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat serta pengusaha otobus terkait pentingnya manajemen keselamatan berlalu lintas.
Lalu Preventif yakni dengan pelaksanaan ramp check kendaraan serta tes urine bagi pengemudi di terminal untuk memastikan kendaraan laik jalan dan pengemudi bebas dari pengaruh alkohol maupun narkoba.
Represif, berupa penegakan hukum berbasis teknologi Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) serta penindakan selektif terhadap pelanggaran kasat mata, seperti knalpot tidak standar (brong), melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, hingga kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).
Menutup arahannya, Wakapolres Gresik menekankan pentingnya profesionalisme dan etika seluruh personel dalam bertugas, serta mengedepankan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Keberhasilan operasi ini bergantung pada soliditas dan sinergi seluruh unsur. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan niatkan sebagai ibadah,” kata Kompol Shabda Purusha.*(Kum)

