KABARKAN.ID I Mojokerto – Harapan ratusan sekolah di Kabupaten Mojokerto untuk mendapat perbaikan gedung harus kembali tertunda. Dampak efisiensi anggaran membuat 606 gedung sekolah rusak tak tersentuh renovasi sepanjang 2026. meski kondisinya bervariasi dari rusak ringan hingga berat.
Pemangkasan anggaran terjadi setelah usulan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sektor pendidikan tahun 2026 yang semula mencapai Rp744 miliar, dipangkas menjadi Rp678 miliar. Artinya, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Mojokerto harus menerima efisiensi sebesar Rp66 miliar.
Kepala Disdik Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar, menyebut sebagian besar anggaran pendidikan terserap untuk belanja wajib yang tak bisa dikurangi.
“Belanja wajib kami paling banyak di gaji, insentif, dan sertifikasi. Itu tidak mungkin dikurangi,” ujar Amsar, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, sektor sarana dan prasarana (sarpras) menjadi bagian yang paling terdampak. Jika sebelumnya puluhan sekolah masih bisa disentuh perbaikan, tahun ini ruang fiskal nyaris tertutup.
“Perencanaan perbaikan sarpras tahun ini kami usulkan sekitar Rp60 miliar tapi realisasi anggaran yang tersedia hanya Rp2 miliar,” ungkapnya.
Data Disdik mencatat, 606 sekolah di Mojokerto mengalami kerusakan dengan rincian 232 TK dan KB, 287 SD, serta 87 SMP, Kerusakan tersebut mencakup kategori ringan, sedang, hingga berat.
Sebagai langkah darurat, Disdik Mojokerto kini bergantung pada bantuan pusat. Usulan revitalisasi sekolah telah diajukan ke Kementerian Pwndidikan Dasar danMenengah (Kemendiknas) dengan total kebutuhan anggaran mencapai Rp165 miliar.
“Kami sudah mendata sekolah-sekolah yang rusak berdasarkan skala prioritas dan mengusulkannya ke kementerian,” kata Amsar.
Namun hingga kini, ratusan sekolah itu masih harus bertahan dengan kondisi gedung yang memprihatinkan, menunggu kepastian bantuan di tengah keterbatasan anggaran daerah.*(Had)













