KABARKAN.ID I Surabaya – Lebih dari 100 bisnis kreatif karya mahasiswa memeriahkan Ubaya InnovAction Fest (UnnoFest) Vol. 8 yang berlangsung pada 8–10 Juni 2026 di Plaza Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE), Kampus Universitas Surabaya (Ubaya) Tenggilis. Tak sekadar menjadi ajang jualan, kegiatan ini juga mendorong lahirnya wirausaha muda yang mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan.
Sebagai salah satu bazar kewirausahaan mahasiswa terbesar di Surabaya, UnnoFest Vol. 8 menampilkan beragam produk inovatif, mulai dari makanan dan minuman, produk perawatan tubuh, kerajinan tangan, hiburan, hingga karya seni hasil kreativitas mahasiswa.
Mengusung tema “Motion”, UnnoFest tahun ini mengajak generasi muda untuk berani mengambil langkah nyata melalui ide dan usaha yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan.
Ketua UnnoFest Vol. 8, Dr. Prita Ayu Kusumawardhany, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih untuk menumbuhkan keberanian mahasiswa dalam memulai aksi, sekecil apa pun langkah yang diambil.
“UnnoFest memupuk keberanian para mahasiswa untuk berani mengambil langkah kecil dalam situasi apa pun karena pasti ada dampak positif yang dihasilkan terhadap ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hal itu sesuai dengan slogan kami, ‘One Step, One Impact’,” ujarnya.
Berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya, UnnoFest Vol. 8 juga menghadirkan program Unno Virtual Eco Run, yakni kegiatan lari sejauh tiga dan lima kilometer yang dapat dilakukan secara mandiri oleh peserta.
Melalui kegiatan tersebut, panitia ingin mengampanyekan gaya hidup sehat sekaligus mengajak masyarakat berpartisipasi dalam aksi pelestarian lingkungan. Sebagian keuntungan dari program tersebut akan disalurkan untuk kegiatan penanaman mangrove di kawasan pesisir.
Menurut Prita, konsep ini menjadi bukti bahwa dunia kewirausahaan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kepedulian sosial dan lingkungan.
“Pada UnnoFest kali ini, kami tidak hanya menggerakkan aspek bisnis dan ekonomi melalui ide-ide kreatif mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan kepedulian mereka untuk melakukan kegiatan yang memberi manfaat bagi sosial dan lingkungan,” katanya.
Sebelum dipamerkan dalam UnnoFest, seluruh produk mahasiswa terlebih dahulu melalui proses seleksi dan kurasi yang ketat. Penilaian dilakukan berdasarkan tingkat inovasi, kualitas produk, kesiapan komersialisasi, hingga strategi pemasaran yang diterapkan.
Prita menilai kualitas bisnis mahasiswa terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain mengejar nilai ekonomi, banyak peserta kini mulai memperhatikan aspek kesehatan konsumen, keberlanjutan, dan dampak sosial dari produk yang mereka kembangkan.
Menariknya, UnnoFest Vol. 8 juga melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Kehadiran para pelaku usaha tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung mengenai tantangan dan strategi mempertahankan bisnis di tengah persaingan pasar.
“Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah usaha bertahan di pasar. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi mereka untuk bersaing dengan UMKM yang sudah lebih sustain dibanding usaha yang masih mereka rintis,” ungkap Prita.
Sementara itu, Wakil Rektor III Ubaya, Prof. Dr. apt. Christina Avanti, menegaskan bahwa UnnoFest merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengubah ide kreatif menjadi peluang usaha yang nyata sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan komitmen Ubaya dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Teman-teman mahasiswa bisa merealisasikan langkah pertama menuju kesuksesan melalui UnnoFest. Lebih dari itu, mereka juga dapat berkontribusi terhadap keberlanjutan dan peningkatan kualitas ekosistem kita,” tegas Christina.


