KABARKAN.ID I Gresik – Harapan pulang ke Pulau Bawean berubah menjadi malam panjang bagi puluhan calon penumpang di Pelabuhan Gresik. Sebanyak 60 orang terpaksa bermalam di terminal setelah gagal mendapatkan tiket keberangkatan kapal KM Gili Iyang pada Rabu (malam).
Sejak sore, para penumpang sudah mengantre dengan harapan bisa berlayar pukul 20.00 WIB. Namun, situasi menjadi tidak menentu akibat beredarnya informasi simpang siur terkait penambahan kuota penumpang.
Awalnya, kapal KM Gili Iyang hanya dijadwalkan mengangkut 196 penumpang sesuai kapasitas. Namun, kabar yang beredar menyebutkan adanya tambahan kuota hingga 392 orang. Sayangnya, hingga waktu keberangkatan tiba, penambahan tersebut tidak pernah terealisasi.
Akibatnya, puluhan penumpang yang sudah menunggu berjam-jam harus menerima kenyataan pahit, tidak bisa berangkat dan terpaksa bertahan semalaman di area pelabuhan demi menunggu kepastian.
Melihat kondisi tersebut, jajaran Polres Gresik langsung turun tangan. Kapolres Gresik AKBP Ramadhan Nasution bersama pihak Pelindo bergerak cepat memastikan para penumpang tetap aman dan nyaman.
“Sejak semalam Kami berkoordinasi dengan Pelindo untuk menyediakan tempat istirahat yang layak. Selain itu, kami juga membagikan snack dan minuman agar para penumpang tetap terjaga kondisinya,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Koordinasi intensif juga dilakukan dengan berbagai pihak terkait seperti ASDP, KSOP, hingga operator pelayaran Express Bahari. Akhirnya membuahkan hasil. Seluruh penumpang yang sempat tertunda dijadwalkan diberangkatkan pada Kamis (19/3/2026) ini menggunakan kapal Express Bahari.
“Prioritas kami adalah memastikan warga bisa sampai ke tujuan dengan aman. Hari ini, kami upayakan seluruh penumpang yang tertunda bisa diberangkatkan,” tegas AKBP Ramadhan.
Peristiwa ini menjadi gambaran pentingnya kejelasan informasi di tengah tingginya mobilitas masyarakat. Di sisi lain, respons cepat dan sinergi antarinstansi menunjukkan hadirnya negara dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, khususnya menjelang arus mudik.*(Kum)













