KABARKAN.ID I Gresik – Komite Sepakbola Mini Indonesia (KSMI) Kabupaten Gresik telah mengirimkan 4 orang delegasi pada coaching clinic pemantapan bagi para wasit yang memimpin dan terjun langsung di kompetisi mini soccer, 10-11 Februari 2026 lalu.
Dengan mengirimkan delegasi masing-masing 2 orang wasit dan 2 orang perangkat lapangan di Coaching dan matchcomm di Lapangan Mini Soccer By Arena Kenjeran tersebut KSMI Gresik menunjukkan keseriusan membangun ekosistem mini soccer yang sehat, berintegritas.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan KSMI Gresik dalam meningkatkan standar kepemimpinan wasit di lapangan, sekaligus menjawab tantangan dinamika permainan mini soccer yang semakin cepat dan kompetitif.
Ketua KSMI Kabupaten Gresik, Aminul Fauzi mengatakan ingin serius dalam mengembangkan cabang olahraga (cabor) mini soccer ini di Kabupaten Gresik. Satu diantaranya dengan mengirimkan 4 orang pengurus KSMI untuk mengikuti coaching di Surabaya kemarin. Komitmen menjaga kualitas dan profesionalisme perangkat pertandingan.
“Mengirimkan 4 orang, 2 wasit dan 2 matchcomm. Tujuannya agar mereka bisa tahu peraturan dan tata cara dalam peraturan di mini soccer. KSMI mendukung penuh program dari KSMI pusat dan Jatim. Kami serius dalam membangun perkembangan mini soccer di Gresik,” terangnya, Senin (16/2/2026).
Fauzi mengaku jika saat ini KSMI sendiri sudah berada di bawah naungan KONI Pusat dan berdiri sendiri sebagai cabang olahraga. Sehingga, kemungkinan besar pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun mendatang akan di pertandingkan secara ekshebisi.
“Ya, kemungkinan pada Porprov Jatim mendatang, mini soccer akan di pertandingkan tapi dalam kategori eksebisi,” ungkap pria yang akrab disapa Black itu.
Selain itu, cabor mini soccer di Gresik menunjukkan grafik berkemnag sangat pesat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya pembangunan lapangan. Saat ini, sudah ada tiga lapangan mini soccer yang sudah di bangun, bahkan mungkin ada lagi di bangun lapangan baru.
“Kami melihat potensi yang bagus dari cabor mini soccer. Meski baru, mini soccer banyak peminat dari para penghobi bola di Gresik. Apalagi fasilitas lapangan mininsoccer sudah ada di Gresik, ” ujarnya.
Sementara itu Lilla Puspita yang di tunjuk KSMI Gresik mengikuti program sertifikasi match commissioner tingkat nasional di Surabaya beberapa waktu lalu, mengakui jika ada banyak pengalaman dan masukan yang didapat tentang mini soccer.
“Banyak ilmu yang di dapat, hampir mirip dengan sepakbola. Misal bertanggungjawab segala hal sebelum dan sesudah laga. Memastikan berjalan sesuai dengan laws of the game. Kami akan tularkan ilmu ini,” terangnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Umum KSMI, Purwadi, menegaskan bahwa kualitas kompetisi tidak akan pernah lepas dari kualitas wasit.
“Mini soccer berkembang sangat pesat. Intensitas pertandingan tinggi dan ritmenya cepat. Wasit harus benar-benar paham regulasi dan berani mengambil keputusan. Coaching ini bukan formalitas, tapi bentuk tanggung jawab kami menjaga marwah kompetisi,” tegas Purwadi.
Ia menambahkan, KSMI ingin memastikan setiap wasit yang turun ke lapangan memiliki standar yang sama dalam memimpin pertandingan.
“Kami ingin ada keseragaman pemahaman. Tidak boleh ada perbedaan tafsir aturan yang bisa memicu kontroversi. Wasit harus tegas, adil, dan profesional,” imbuhnya.*(Kum)













