Close Menu
Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kabarkan.idKabarkan.id
    Facebook X (Twitter) Instagram
    31 Mei 2026 15:00
    • Kabar Jatim
    • Hukum & Peristiwa
    • Ekonomi & Kesehatan
    • Politik & Nasional
    • Olahraga
    • Lifestyle
    • Pendidikan
    Kabarkan.idKabarkan.id

    Harapan Baru Petambak Gresik, Dapat Alokasi Ribuan Ton Pupuk Subsidi

    RedaksiRedaksi23/02/2026 Kabar Jatim
    Facebook Twitter WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter WhatsApp

    KABARKAN.ID I Gresik – Bagi ribuan petambak di pesisir Kabupaten Gresik, pupuk bukan sekadar komoditas pertanian. Namun penentu hidup-mati plankton, penopang pertumbuhan bandeng, sekaligus denyut ekonomi keluarga.

    Setelah dua tahun diliputi kegelisahan akibat pencabutan subsidi, secercah harapan akhirnya datang, pupuk bersubsidi dipastikan kembali menyentuh sektor budidaya perikanan mulai 2026.

    Kabar itu mengemuka saat Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI di Gresik, Senin (23/2/2026), menegaskan bahwa perjuangan panjang Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani membuahkan hasil.

    “Beberapa tahun belakangan ini kami mengalami kegelisahan. Ketika pupuk subsidi dicabut, dampaknya sangat terasa. Bandeng tidak tumbuh optimal karena budidaya ikan tradisional sangat bergantung pada pupuk untuk menumbuhkan plankton,” ujarnya.

    Gresik bukan pemain kecil. Dengan luas lahan budidaya mencapai 28.653,27 hektare, terdiri dari 15.601,26 hektare tambak payau dan 13.052,01 hektare tambak tawar, daerah ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional sektor perikanan.

    Sebanyak 20.279 pembudidaya menggantungkan hidup di dalamnya. Tahun 2025, produksi budidaya Gresik menembus 160.439 ton dengan nilai ekonomi Rp3,54 triliun. Khusus bandeng, produksinya sekitar 90.000 ton per tahun.

    Baca Juga:  Hardiknas 2026, Dindik Jatim: PR Pendidikan, Kualitas Guru hingga Kesenjangan Sekolah

    “Kalau harga bandeng rata-rata Rp10.000 per kilogram, hampir Rp900 miliar berputar di sektor tambak saja. Jadi ini ekonomi rakyat,” terang Bupati Yani.

    Angka-angka itu bukan sekadar statistik. Ia adalah dapur yang menyala, sekolah anak yang tetap berjalan, dan warung-warung desa yang ikut berputar.

    Bupati Yani menegaskan, pekerjaan rumah tak berhenti pada pupuk. Pemkab Gresik mendorong penguatan ekosistem dari hulu ke hilir, mulai dari ketersediaan sarana produksi hingga distribusi dan peningkatan konsumsi ikan.

    Ia juga membuka peluang pelibatan Koperasi Desa Merah Putih dalam distribusi pupuk subsidi agar rantai pasok lebih pendek dan ekonomi desa ikut bergerak.

    “Kami ingin ekonomi tambak ini benar-benar menjadi kekuatan desa,” ujarnya.

    Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, memastikan kebutuhan pupuk budidaya telah masuk dalam rekomendasi subsidi nasional.

    “Tahun ini kebutuhan pupuk untuk budidaya perikanan sudah masuk dalam program subsidi sekitar 29.500 ton secara nasional,” ujarnya.

    Ditempat yang sama, Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Haeru Rahayu, menyebut hampir Rp300 miliar dialokasikan secara nasional untuk pupuk budidaya tahun ini.

    Baca Juga:  Bupati Gresik Sambangi Pasar Panganan Giri Biyen, Hidupkan Tradisi dan UMKM

    Untuk Kabupaten Gresik sendiri pada 2026, alokasi pupuk bersubsidi meliputi, Urea: 4.721 ton, SP36: 4.598 ton, Organik: 506 ton. Distribusi pun diklaim lebih tertata.

    Direktur Operasi PT Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, memastikan sistem kini terdigitalisasi penuh dan tercatat real-time.

    Namun bagi petambak, subsidi hanyalah satu sisi cerita. Sholiq, petambak asal Desa Betoyo Guci, menyambut baik kabar tersebut, tetapi ia mengingatkan soal ancaman klasik: harga anjlok saat panen raya.

    “Kalau produksi naik tapi panen bersamaan, harga bandeng bisa turun sampai Rp5.000 per kilo. Kami mohon stabilitas harga juga diperhatikan,” ujarnya.

    Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Produksi tinggi tanpa penguatan distribusi dan pasar bisa berujung pada kerugian.

    Kini, 2026 menjadi tahun yang dinanti. Bagi ribuan petambak Gresik, kembalinya pupuk subsidi bukan sekadar kebijakan. Ia adalah harapan agar tambak kembali hijau, bandeng tumbuh sehat, dan roda ekonomi rakyat terus berputar.*(Kum)

    Bupati Gresik DPR Komisi IV Fandi Akhmad Yani Komisi IV DPR RI Petambak Gresik Pupuk subsidi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp

    Berita Terkait

    KAI Tegas Lawan Pelecehan Seksual di Kereta, 9 Pelaku Sudah Diblacklist

    31/05/2026

    Gresik Pertahankan WTP 11 Kali Berturut-turut, Bukti Konsistensi Tata Kelola Keuangan

    29/05/2026

    Momentum Idul Adha 1447 H, Gressmall dan ASTON Gresik Perkuat Kepedulian Sosial

    28/05/2026
    KABAR TERKINI
    • Bikin Geger, Ular Piton Muncul di Depan Kantor Perusahaan di Kebomas Gresik
    • KAI Tegas Lawan Pelecehan Seksual di Kereta, 9 Pelaku Sudah Diblacklist
    • Demam Piala Dunia 2026 Mulai Terasa, Penjual Jersey di Gresik Kebanjiran Pesanan
    • Tiga Kasus Curanmor dan Begal Diungkap, Motor Korban Dikembalikan Polres Gresik
    • Cetak 13 gol di Persebaya, Gelandang Meksiko ini Teken Kontrak 3 Tahun
    TERPOPULER
    1
    Match For Goodness, Komunitas Persebaya ABG dan Allegiant Bangkitkan UMKM
    2
    Rokok Ilegal di Gresik Kian Masif, Bupati: Anggaran Kesehatan dan Beasiswa Terancam
    3
    Razia Mendadak di Rutan Medaeng, Petugas Sita Handphone hingga Barang Terlarang
    4
    Sapi Kurban Lepas di Gresik, Damkar dan BKSDA Lakukan Evakuasi Dramatis
    5
    Panggung Inklusif Penuh Inspirasi saat Anniversary El-Ghani di Gressmall Gresik
    • Facebook
    • Instagram
    • WhatsApp
    • TikTok
    © 2026 kabarkan.id. Designed by kabarkan.id.
    • Tentang Kami
    • Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Iklan & Kerjasama

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.