KABARKAN.ID I Lamongan – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan warga untuk waspada banjir karena curah hujan pada Januari ini tercatat hingga tiga kali lipat dibanding Desember 2025.
“Semua harus siap secara antisipatif. Prediksi alam tidak bisa dihindari, tapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kerja sama dan kesiapsiagaan,” ujar Khofifah, Sabtu (10/1/2026).
Gubernur Khofifah menekankan, tingginya intensitas hujan berpotensi meningkatkan risiko banjir, terutama di wilayah aliran Sungai Bengawan Jero yang bermuara ke Kabupaten Gresik.
Selain program modifikasi cuaca yang tengah berjalan, Pemprov Jatim menyiapkan langkah struktural, termasuk normalisasi kanal sungai hingga ke laut.
“Intensitas hujan Desember sekitar 20 persen, Januari mencapai 58 persen, hampir tiga kali lipat. Februari diprediksi turun menjadi 22 persen,” jelasnya.
Ia mwnambahkan rencana normalisasi kanal sepanjang sembilan kilometer akan melibatkan koordinasi lintas daerah, khususnya dengan Pemkab Gresik, karena jalur kanal melintasi kawasan pinggiran Jipeng yang rawan luapan air.
Penutupan pintu air Kuro yang memiliki enam pintu dengan kapasitas 840 liter per detik juga dilakukan sebagai langkah darurat. Tidak semua pintu bisa dioperasikan bersamaan karena banyak anak sungai bermuara ke jalur tersebut.
“Mitigasi bencana memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, hingga media. Kita mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama membangun kewaspadaan publik menghadapi puncak musim hujan,” terang Khofifah.* (Had)













