KABARKAN.ID I Gresik – Kondisi gedung Puskesmas Kepatihan yang rusak berat dan kerap terendam banjir menjadi sorotan Komisi IV DPRD Kabupaten Gresik. Lembaga legislatif daerah tersebut menegaskan pentingnya percepatan revitalisasi fasilitas kesehatan itu agar pelayanan masyarakat tidak terus terganggu.
Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Muchamad Zaifudin, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 pemerintah daerah direncanakan mulai merealisasikan pembangunan tahap awal gedung Puskesmas Kepatihan.
Proyek tersebut bukan pembangunan puskesmas baru, melainkan pembangunan ulang gedung lama yang dinilai sudah tidak layak.
“Puskesmasnya sudah ada sejak lama, tapi kondisi gedungnya rusak parah dan hampir setiap musim hujan terdampak banjir. Yang dibangun nanti adalah gedungnya, bukan menambah unit baru,” ujarnya, Minggu (18/1/2026).
Menurut Zaifudin, revitalisasi gedung puskesmas ini membutuhkan anggaran sekitar Rp 8 miliar. Dana tersebut diharapkan dapat mewujudkan fasilitas kesehatan yang lebih representatif, aman, dan mendukung kenyamanan pasien serta tenaga medis dalam memberikan layanan.
Ia menambahkan, sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Fasilitas pelayanan publik seharusnya tidak berada dalam kondisi yang membahayakan maupun menghambat akses masyarakat akibat kerusakan bangunan atau bencana banjir,” ucapnya.
Komisi IV DPRD Gresik, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mengawal perencanaan dan penganggaran agar pembangunan fasilitas publik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kami ingin pelayanan publik di Gresik berjalan maksimal. Tidak boleh lagi ada kantor pelayanan yang rusak atau kebanjiran. Ini menjadi perhatian serius DPRD,” tegas Zaifudin*(Kum)













