KABARKAN.ID I Surabaya – Kebakaran hebat melanda Rusunawa Sombo di Jalan Sombo, Kelurahan Simolawang, Kecamatan Simokerto, Rabu sore. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik menghanguskan empat kamar di lantai 3 dan menjalar ke dua kamar di lantai 4.
Peristiwa ini pertama kali dilaporkan oleh warga, Bapak Paka, sekitar pukul 15.52 WIB. Hanya satu menit berselang, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba di tempat kejadian pukul 15.54 WIB.
Unit Tempur Pos Pegirian menjadi yang pertama tiba dan langsung memulai pemadaman. Api berhasil dikendalikan pada pukul 16.29 WIB, sementara proses pembasahan dan pendinginan selesai pukul 17.34 WIB, sehingga situasi dinyatakan kondusif.
“Saat tiba, api sudah membesar di lantai 3. Fokus kami adalah melokalisir agar tidak merambat ke lantai lain,” kata salah satu petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya.
Sebanyak 11 unit tempur dan 6 unit tim rescue dikerahkan dalam operasi ini, meliputi Pos Pegirian, Rayon Pasar Turi, Tambak Rejo, Bulak, Margomulyo, Grudo, Wiyung, Rungkut, Menur, satu unit tangga, dan enam unit tim rescue. Sumber air terdekat dari Jalan Kertopaten dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman.
Kebakaran menghanguskan empat kamar di lantai 3, masing-masing milik Mat Disuk (No. 307), Saleh (No. 306), Surohman (No. 308), dan Mudofar (No. 309). Dua kamar di lantai 4, milik Suminto (No. 406) dan M. Taufik (No. 407), terdampak asap dan panas. Lantai 1 dan 2 dinyatakan aman.
Akibat kebakaran ini, satu warga mengalami syok dan mendapat penanganan medis di lokasi dengan pemberian oksigen oleh tim rescue dan PMI Kota Surabaya.
Petugas menegaskan, dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Pihak kepolisian kini menangani penyelidikan lebih lanjut.
Penanganan melibatkan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, BPBD, Satpol PP, Posko Terpadu Utara dan Kedung Cowek, TGC Utara, PMI Kota Surabaya, serta Polsek Simokerto.
“Kami mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan colokan bertumpuk guna mencegah kejadian serupa,” imbau petugas.*(Had)













