KABARKAN.ID I Surabaya – Ada yang berbeda dalam perjalanan tandang Persebaya kali ini. Bagi Leo Lelis, laga di Stadion Gelora Bumi Kartini bukan sekadar pertandingan pekan ke-22 BRI Super League 2025/26. Namun tentang kembali ke tempat yang pernah ia sebut rumah.
Bek asal Brasil itu akan menghadapi mantan klubnya, Persijap Jepara, tim terakhir yang di bela sebelum berseragam Persebaya Surabaya. Sabtu (21/2/2026) malam nanti, kenangan dan profesionalisme akan berdiri di dua sisi yang berbeda baginya.
Meski masa bermainnya di Jepara tergolong singkat, Leo mengaku memiliki ikatan emosional dengan klub berjuluk Laskar Kalinyamat tersebut. Dimana pernah menjadi bagian penting di lini belakang Persijap, pengalaman yang membentuk perjalanannya hingga kini.
“Persijap adalah klub terakhir saya sebelum saya datang ke Persebaya dan saya sangat senang di sini meskipun hanya sebentar. Saya sangat menghormati Persijap karena dulu saya sangat senang di sini,” ujarnya.
Namun, nostalgia harus berhenti saat peluit dibunyikan. Leo paham betul karakter lapangan Gelora Bumi Kartini. Rumput yang terasa lebih empuk membuat aliran bola tak selalu mulus, detail kecil yang bisa berujung fatal bagi bek tengah. Ia menyadari, membangun serangan dari belakang akan membutuhkan konsentrasi ekstra.
“Lapangan di sini terlihat empuk dan kami harus selalu berhati-hati saat melakukan operan, terutama di area pertahanan,” ujarnya.
Meski mengenal medan dengan baik, Leo menegaskan tak ada keuntungan pribadi. Baginya, kondisi tersebut berlaku sama untuk kedua tim. Yang berbeda hanyalah tekadnya: kali ini ia datang bukan sebagai tuan rumah, melainkan sebagai tembok terakhir Bajol Ijo yang siap meredam ancaman.
“Jepara mungkin menyimpan kenangan. Namun tiga poin tetap menjadi tujuan Persebaya dan saya datang ke sini,” terang Leo.*(Dan)













